Dukung Makan Bergizi Gratis Jateng, Selandia Baru Lirik Peternakan Lokal

5 Mei 2026, 13:20 WIB • 3 menit baca
Dukung Makan Bergizi Gratis Jateng, Selandia Baru Lirik Peternakan Lokal
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi Duta Besar Selandia Baru Philip Nathan Taula guna membahas kerja sama program Makan Bergizi Gratis Jateng. (Dokumentasi Pemprov Jateng)

SEMARANG, Jatengdata.com – Keberhasilan 28 juta populasi ternak unggulan Selandia Baru menginspirasi Jawa Tengah untuk memperkuat suplai program Makan Bergizi Gratis Jateng tahun ini. Gubernur Ahmad Luthfi secara resmi menawarkan perluasan kolaborasi sektor agrikultur tersebut kepada Duta Besar Selandia Baru, Philip Nathan Taula, Senin (4/5/2026).

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera mengambil langkah strategis untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis Jateng. Oleh sebab itu, pemerintah daerah merangkul negara kawasan Oseania tersebut untuk mentransfer teknologi peternakan secara masif. Kolaborasi ini bertujuan memastikan pasokan daging sapi dan susu berkualitas tetap aman dan melimpah.

“Lebih penting lagi, penduduk Selandia Baru itu sekitar 5 juta jiwa, tetapi ternaknya mencapai 28 juta ekor. Artinya ini peluang bagi kita bagaimana mengembangkan peternakan domba maupun sapi. Sebab program Makan Bergizi Gratis sangat memerlukan susu maupun daging,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Selanjutnya, Duta Besar Selandia Baru, Philip Nathan Taula, menyambut hangat tawaran tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa kerja sama Jateng Selandia Baru segera menyasar sektor agrikultur dan peternakan sapi perah. Pihaknya pun siap berbagi keahlian teknis dengan para peternak lokal.

Potensi Energi dan Pendidikan Masa Depan

Selain urusan pangan, pertemuan tingkat tinggi ini juga membahas potensi energi masa depan. Faktanya, Selandia Baru memiliki keunggulan luar biasa dalam mengelola panas bumi. Bahkan, negara tersebut telah memenuhi 30 persen kebutuhan listriknya dari energi ramah lingkungan ini.

“Gubernur Jateng berbicara dengan saya mengenai peluang kerja sama di bidang energi baru terbarukan, sektor agrikultur dan peternakan, juga sektor pendidikan, dan budaya,” ujar Philip Nathan Taula.

Infografis ringkasan peluang kerja sama Pemprov Jateng dan Selandia Baru yang mencakup dukungan program Makan Bergizi Gratis, transisi energi hijau, hingga pendidikan.

Oleh karena itu, Gubernur Ahmad Luthfi berambisi menerapkan teknologi serupa di wilayahnya. Langkah ini jelas sejalan dengan visi Jawa Tengah membangun ekonomi hijau dan industri ramah lingkungan. Akibatnya, transformasi energi ini akan memperkuat daya saing investasi provinsi secara signifikan.

Kemudian, pemerintah provinsi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sektor pendidikan. Kolaborasi lintas negara ini akan membuka peluang beasiswa dan pertukaran pelajar yang lebih luas bagi generasi muda.

“Untuk pendidikan, Selandia Baru sudah ada kerja sama dengan Universitas Diponegoro dan universitas lainnya. Dinas Pendidikan Provinsi sudah saya perintahkan untuk penjajakan kerja sama,” ujar Ahmad Luthfi.

Akhirnya, kedekatan budaya justru makin mempererat hubungan bilateral kedua wilayah ini. Menariknya, mereka memiliki beberapa kosakata bahasa yang mirip, seperti kata ‘telinga’ dan ‘langit’. Kesamaan kultural inilah yang mempermudah proses negosiasi investasi, termasuk jaminan kesiapan suplai program Makan Bergizi Gratis Jateng dan pengembangan kampung nelayan pesisir.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.