Demo Mahasiswa Harus Kritis Berbasis Data dan Solutif
KUDUS, Jatengdata.com – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa untuk selalu menyampaikan kritik secara cerdas dan berbasis data. Ia menyampaikan pesan penting ini saat menghadiri Konfercab XXXII Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Luthfi, gerakan mahasiswa harus mampu membaca persoalan masyarakat secara utuh. Selanjutnya, mahasiswa wajib menyodorkan gagasan solutif bagi pemerintah.
Ahmad Luthfi menilai mahasiswa kritis memiliki energi besar dan posisi strategis sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, ia meminta para kader PMII mengarahkan energi tersebut untuk berbagai kegiatan konstruktif.
“Mahasiswa mempunyai energi lebih untuk menciptakan masa depan bangsa dan negara,” kata Gubernur Jateng ini. Sikap kritis, tambahnya, tidak sekadar turun ke jalan menolak kebijakan.
Terkait pengalaman masa lalu`nya, Ahmad Luthfi sering menghadapi demo mahasiswa saat menjabat sebagai Kapolda Jateng. Dari pengalaman panjang itu, ia menyimpulkan bahwa penguasaan materi sangat menentukan kualitas sebuah aspirasi. Mahasiswa harus menguasai data dan membangun komunikasi publik yang baik. Pesan yang jelas akan lebih mudah dipahami oleh masyarakat maupun pengambil kebijakan.
Kawal Aspirasi dan Jaga Kondusivitas
Selain mengingatkan soal kelengkapan data, Ahmad Luthfi juga meminta mahasiswa mematuhi aturan hukum yang berlaku. Mereka harus memahami Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat. Gubernur Jateng ini menegaskan bahwa setiap demonstrasi wajib menghormati hak orang lain. Aspirasi tersebut juga memerlukan pengawalan ketat hingga membuahkan keputusan nyata.
“Jangan sampai demo selesai, lalu urusan selesai tanpa ada tindak lanjutnya,” tegas Ahmad Luthfi di hadapan ratusan mahasiswa. Pola pengawalan yang berkesinambungan akan membuat gerakan mahasiswa menjadi lebih substantif. Pada akhirnya, kritik tersebut mampu mendorong penyelesaian konkret atas berbagai persoalan masyarakat daerah.
Di sisi lain, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah Jawa Tengah. Stabilitas keamanan daerah menjadi modal utama pemerintah untuk menarik investor. Ia menjamin Jawa Tengah selalu aman dan bebas dari konflik komunal. Oleh karena itu, mahasiswa harus menempatkan penyampaian aspirasi sebagai bagian dari pendidikan politik yang tidak menghambat pembangunan.
Dukungan Penuh PMII Kudus
Dalam acara yang sama, Ketua PC PMII Kabupaten Kudus Medan Wijaya secara terbuka menyatakan sikap organisasinya. Pihaknya mendukung penuh jalannya pemerintahan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Medan menyebut dukungan ini mengalir karena Ahmad Luthfi merupakan alumni PMII IAIN Sunan Ampel Surabaya. “Pak Gubernur bukan orang lain, melainkan bagian dari keluarga besar PMII,” ujarnya.
Konfercab XXXII PMII Kudus ini melibatkan sekitar 230 anggota dari tingkat rayon hingga cabang. Forum ini tidak sekadar merumuskan regenerasi, tetapi juga menyusun kajian strategis organisasi ke depan.
Sebagai penutup, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut memberikan sambutan positif di akhir acara. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu terbuka menerima kritik dari mahasiswa. Sam’ani berharap PMII Kudus terus menghadirkan inovasi untuk membangun wilayahnya.
“Berikan masukan dan ide kepada saya maupun Pak Gubernur sebagai bentuk kolaborasi kita bersama,” tutupnya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.