Cuaca Panas Jawa Tengah Tembus 36 Derajat Celsius, BMKG Rilis Peringatan Penting Hari Ini
SEMARANG, Jatengdata.com – Fenomena cuaca panas Jawa Tengah yang menyengat kembali melanda sejumlah wilayah pada hari ini, Senin (28/9/2026), dengan angka maksimal menyentuh 36 derajat Celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar segera mengantisipasi dampak cuaca terik ini, terutama menyangkut ancaman serius kebakaran di puncak musim kemarau.
Sengatan cuaca panas Jawa Tengah ini merata melanda sepuluh kabupaten dan kota yang membentang dari area tengah hingga pesisir utara dan timur. Kondisi tersebut membuat tingkat kelembapan udara berada pada kisaran 45 hingga 95 persen.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan otomatis akan merasakan hawa panas yang sangat terik. Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, menjelaskan pola pergerakan awan hari ini.
“Pagi sampai siang cerah hingga cerah berawan,” kata Arif N melalui keterangan tertulis resmi BMKG, Senin (28/9/2026).
Secara keseluruhan, BMKG mencatat suhu udara di Jawa Tengah menunjukkan angka antara 16 sampai 36 derajat Celsius. Sepuluh daerah tercatat menduduki titik suhu paling panas pada siang hari.
“Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Solo, Semarang, diperkirakan mencapai suhu 36 derajat celsius” urainya.
BMKG Peringatkan Potensi Karhutla
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, cuaca panas Jawa Tengah menyimpan ancaman bencana yang memerlukan kewaspadaan tinggi. BMKG menyoroti tingginya bahaya kebakaran selama kemarau panjang ini.
Vegetasi yang mengering akibat paparan suhu 36 derajat celsius sangat rentan memicu kemunculan titik api. Oleh karena itu, warga wajib menghindari tindakan membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di area terbuka yang dekat dengan ilalang.
“Waspada potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau,” ucapnya.
Laporan prakiraan cuaca Jateng hari ini juga menyebutkan sejumlah daerah di wilayah selatan seperti Cilacap, Purworejo, hingga Kebumen cenderung berawan. Meski demikian, warga tetap wajib memprioritaskan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca panas Jawa Tengah ini demi menjaga kesehatan tubuh dan menghindari ancaman karhutla di lingkungan sekitar.
Baca juga:
BMKG: Cuaca Panas Jawa Tengah Masih Berlanjut hingga Oktober
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.