Cara Tembus Jurnal Internasional ala Elsevier, Dosen Wajib Tahu

20 Juli 2026, 11:18 WIB • 2 menit baca
Ilustrasi seorang akademisi mendaki tumpukan buku menuju pengakuan global, merepresentasikan cara tembus jurnal internasional bersama panduan Elsevier.
Ilustrasi perjalanan panjang akademisi dalam menembus publikasi bergengsi. Penerapan strategi yang tepat menjadi kunci utama agar manuskrip lolos seleksi jurnal internasional bereputasi. (Ilustrasi: AI Generated)

SEMARANG, Jatengdata.com – Akademisi kini bisa menghindari penolakan naskah bergengsi dengan menerapkan strategi penyusunan manuskrip yang tepat sasaran. Memahami cara tembus jurnal internasional menjadi kunci utama. Perwakilan manajemen Elsevier Asia Tenggara turun tangan langsung membeberkan fakta tersebut beserta tips publikasi Elsevier mutakhir kepada publik.

Nicholas Pak selaku Customer Success Team Manager Elsevier untuk wilayah Asia Selatan dan Tenggara membongkar fakta krusial ini secara gamblang. UPT Perpustakaan dan Undip Press menyelenggarakan webinar bertajuk “Writing a Great Paper and Getting It Published” secara daring dari Semarang pada Kamis (16/7/2026). Dalam forum ini, Nicholas membedah tuntas alur seleksi naskah yang mengandalkan proses peer review ketat untuk menjaga kualitas publikasi global.

Moderator Pradipta Faikar Hakim memandu jalannya acara, sementara sang pakar publikasi mengarahkan para akademisi untuk memaksimalkan fitur Journal Finder. Alat analitik ini membantu penulis menyelaraskan manuskrip dengan karakter spesifik penerbit. Penyesuaian presisi ini otomatis melipatgandakan potensi penerimaan naskah ilmiah.

“Pemilihan jurnal yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian serta penyusunan naskah yang didukung data yang kuat menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang publikasi,” ungkap Nicholas di hadapan civitas academica.

Bahaya Laten Titip Nama dan Aturan AI

Selain membagikan strategi teknis, paparan ini juga menyoroti tajam isu pelanggaran etika akademik. Nicholas secara tegas menolak keras praktik gift authorship atau kebiasaan titip nama penulis tanpa kontribusi nyata dalam proses penelitian. Setiap penulis wajib mempertanggungjawabkan validitas karya mereka secara penuh.

Elsevier juga mewajibkan para peneliti untuk merinci konflik kepentingan dan sumber pendanaan secara transparan. Lebih lanjut, penulis harus menggunakan kecerdasan buatan (AI) generatif secara bertanggung jawab dan mengikuti batasan kebijakan penerbit. Penerapan kedisiplinan dan etika ini memastikan karya ilmiah selalu mempertahankan integritasnya sekaligus menjadi formula pamungkas dalam menerapkan cara tembus jurnal internasional di panggung global.

Editor: Agung S Bakti
Sumber: laman Undip
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.