Ini Cara Mudah Membuat Ecoprint Teknik Pukul, Siswa SD Magelang Sukses Cetak Totebag Cantik

28 Agustus 2026, 15:06 WIB • 3 menit baca
Siswa SD 2 Gantang Magelang mempraktikkan cara mudah membuat ecoprint teknik pukul menggunakan daun segar, plastik transparan, dan batu halus pada kain tote bag.
Siswa-siswi SD 2 Gantang, Kabupaten Magelang, mempraktikkan cara membuat ecoprint teknik pukul (pounding) menggunakan dedaunan segar, plastik pelindung, dan batu halus pada media tote bag. Edukasi pemanfaatan bahan alam ini didampingi langsung oleh mahasiswa KKN MMK Posko 03 UIN Walisongo.

MAGELANG, Jatengdata.com – Anak-anak usia sekolah dasar ternyata bisa melakukan pencetakan motif dedaunan alami atau ecoprint di atas kain secara langsung dan praktis. Siswa-siswi SD 2 Gantang di Kabupaten Magelang berhasil membuktikannya dengan menyulap daun segar menjadi karya tote bag fungsional bernilai seni.

Keberhasilan ini merupakan buah dari pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Misi Khusus (MMK) Posko 03 UIN Walisongo Semarang. Edukasi lingkungan yang menyasar seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6 tersebut berlangsung penuh antusiasme di sekolah mereka, Dusun Serut, Desa Gantang, Kabupaten Magelang, pada Kamis (6/8/2026).

Para siswa tidak sekadar menerima bahan jadi dalam pelatihan kerajinan ini. Mahasiswa KKN menugaskan anak-anak bereksplorasi mencari dedaunan dan tumbuhan di sekitar area sekolah. Mereka kemudian menggunakan bahan organik yang terkumpul ini sebagai pewarna sekaligus pencetak motif alami pada kanvas tote bag.

Cara Membuat Ecoprint Teknik Pukul

Mengingat pesertanya adalah anak usia sekolah dasar, tim mahasiswa KKN menerapkan metode yang paling sederhana. Cara membuat ecoprint yang mereka sampaikan adalah teknik memukul atau pounding menjadi pilihan paling ideal. Metode ini mengandalkan tekanan mekanis untuk memindahkan pigmen daun ke serat kain tanpa proses perebusan rumit.

Proses awal bermula saat anak-anak membentangkan kain tote bag polos. Mereka lantas menyusun dedaunan segar di atas permukaan kain sesuai imajinasi dan kreativitas masing-masing. Setelah susunan pola terbentuk, peserta wajib menutup lapisan daun tersebut dengan rapat menggunakan selembar plastik bening transparan.

Langkah krusial berikutnya adalah memukul permukaan plastik secara perlahan namun merata.

Praktik di lapangan memperlihatkan para siswa antusias memukul lapisan pelindung tersebut menggunakan batu berpermukaan halus. Plastik ini berfungsi vital menahan daun agar tidak hancur berserakan saat anak-anak memukulnya.

Lembaran bening itu juga memastikan kain menyerap pigmen warna alami secara sempurna tanpa mengotori batu pemukul.

Infografis panduan lima langkah cara mudah membuat ecoprint teknik pukul atau pounding pada media tote bag menggunakan dedaunan segar, plastik bening, dan batu.
Panduan visual lima langkah praktis mencetak ecoprint dengan teknik pukul (pounding) pada media tote bag. Proses sederhana ini mengoptimalkan pemanfaatan bahan organik di lingkungan sekitar untuk menghasilkan karya seni fungsional yang ramah lingkungan. (Infografis: jatengdata.com)

Apresiasi Edukasi Ramah Lingkungan

Pemanfaatan potensi alam melalui program pemberdayaan teknik pukul ini mendapat sambutan hangat dari pihak pendidik setempat.

“Kami para guru sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para mahasiswa KKN MMK Posko 03 yang telah menyelenggarakan kegiatan ini untuk memacu kreativitas anak-anak, sekaligus mengedukasi mereka bahwa bahan alami di sekitar kita bisa dimanfaatkan menjadi karya yang fungsional,” ujar Safrudin, Kepala Sekolah SD 2 Gantang.

Kehadiran program KKN ini membuktikan kita dapat mengemas edukasi lingkungan secara menyenangkan dan tepat sasaran.

Jejak keterampilan motorik dari pelatihan mencetak motif daun ini sukses menghasilkan produk harian fungsional sehingga siswa bisa terus mengeksplorasinya secara mandiri di rumah.

Kontributor: Nabilah Ulin Nuha
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.