Cara Membuat Sabun Cuci Piring dari Daun Pandan, Solusi Hemat Emak-emak PKK

2 September 2026, 22:14 WIB • 3 menit baca
Botol berisi cairan sabun cuci piring hasil inovasi cara membuat sabun cuci piring dari daun pandan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
Deretan botol berisi sabun cuci piring cair ramah lingkungan karya mahasiswa KKN MIT-22 Posko 63 UIN Walisongo Semarang dalam program cara membuat sabun cuci piring dari daun pandan bersama warga Dusun Krajan.

SEMARANG, Jatengdata.com – Warga sering menganggap tanaman pandan di pekarangan rumah sebatas tanaman hias atau penutup aroma makanan biasa. Namun, di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 Posko 63 UIN Walisongo Semarang ini tanaman hijau beraroma khas ini diubah menjadi barang kebutuhan rumah tangga yang vital. Mereka mengajarkan cara membuat sabun cuci piring dari daun pandan tersebut kepada ibu-ibu PKK RT 02 Dusun Krajan, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026)

Tim KKN menjelaskan bahwa daun pandan (Pandanus amaryllifolius) menyimpan kandungan senyawa saponin alami. Senyawa ini efektif memproduksi busa dan memiliki zat antibakteri.

Disampaikan pula, bahwa daun pandan dengan perasan jeruk nipis efektif untuk mengangkat lemak membandel serta menghilangkan bau amis pada peralatan makan. Formula alami ini juga lebih bersahabat bagi kesehatan kulit tangan ketimbang bahan kimia sintetis keras.

“Daun pandan memiliki aroma wangi alami dan sifat antibakteri. Sementara jeruk nipis mampu menghilangkan bau amis serta meningkatkan daya bersih sabun,” ujar perwakilan mahasiswa KKN di hadapan warga yang menyimak dengan antusias.

Cara Membuat Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan

Tim KKN memaparkan dan mempraktikkan tahapan peracikan dengan mempersiapkan alat-alat sederhana seperti blender, baskom, saringan, pengaduk, dan botol kemasan. Mereka menyiapkan bahan-bahan berupa daun pandan segar, air bersih, Texafon sebagai surfaktan dasar pembentuk busa, garam dapur untuk mengatur tingkat kekentalan, serta air perasan jeruk nipis.

Selanjutnya tim KKN mendemokan langsung cara pembuatannya. Mulai dari proses mencuci bersih daun pandan dan memotongnya menjadi ukuran kecil. Mereka memblender daun pandan bersama air hingga halus lalu menyaring ekstrak cairan hijau tersebut untuk mengambil sarinya.

Tim KKN kemudian memasukkan Texafon ke dalam wadah terpisah dan mengaduknya perlahan sambil menuangkan sari daun pandan bersama air secara bertahap. Mereka menambahkan garam dapur sedikit demi sedikit untuk mendapatkan kekentalan cairan sabun yang ideal.

Sebagai penyempurna, mereka masukan perasan jeruk nipis ke dalam adonan untuk memperkuat daya bersih dan memberikan aroma segar. Larutan didiamkan beberapa saat hingga busa mereda sebelum mengemasnya ke dalam botol.

Infografis 4 langkah mudah cara membuat sabun cuci piring dari daun pandan, mulai dari ekstrak daun, pencampuran Texafon, pengaturan kekentalan, hingga penambahan jeruk nipis.
Infografis panduan praktis 4 tahapan cara membuat sabun cuci piring dari daun pandan yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Apresiasi Perangkat Desa dan Antusiasme Warga

Jajaran aparatur pemerintah menyambut program inovatif ini dengan hangat dan memberikan apresiasi tinggi. Nurhayati selaku Kepala Dusun Krajan menghadiri kegiatan dan mengungkapkan kebanggaannya terhadap kepedulian mahasiswa KKN.

“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini karena ibu-ibu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Bahannya juga mudah ditemukan, sehingga bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat untuk dicoba di rumah,” ujar Nurhayati.

Para anggota PKK RT 02 Dusun Krajan menyambut kegiatan ini dengan semangat tinggi. Mereka aktif menyimak setiap penjelasan, mengajukan pertanyaan seputar takaran bahan, dan berdiskusi mengenai peluang pemanfaatannya. Respon positif ini menunjukkan tingginya rasa ingin tahu warga terhadap terobosan baru.

Sosialisasi ini juga membuka wawasan warga mengenai peluang merintis usaha mandiri skala rumah tangga. Warga memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah dan murah untuk mengembangkan produk bernilai tambah guna mendongkrak ekonomi keluarga.

Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 63 UIN Walisongo Semarang berharap transfer pengetahuan melalui cara membuat sabun cuci piring dari daun pandan ini mampu memantik kreativitas serta kemandirian masyarakat Dusun Krajan. Warga dapat mengoptimalkan kekayaan potensi lingkungan sekitar secara berkelanjutan melalui kegiatan pengabdian ini.

Kontributor: KKN MIT-22 Posko 63 UIN Walisongo Semarang Posko 5
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.