Tinggalkan Gawai! Intip Cara Membuat Ecoprint yang Bikin Haru

13 Agustus 2026, 16:23 WIB • 3 menit baca
Anak-anak Teman Belajar Desa Tlompakan memamerkan karya kerajinan bahan alam setelah mempraktikkan cara membuat ecoprint teknik pounding bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo.
KREATIVITAS ANAK DESA: Wajah ceria anak-anak komunitas Teman Belajar Desa Tlompakan saat memamerkan totebag hasil kerajinan bahan alam usai mempraktikkan cara membuat ecoprint teknik pounding bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 39, Rabu (12/8/2026). (foto: Dok. KKN UIN Walisongo).

KABUPATEN SEMARANG, Jatengdata.com -Tawa riang bersahutan saat tangan-tangan mungil di Desa Tlompakan mempraktikkan cara membuat ecoprint menggunakan ecoprint teknik pounding. Sejenak meninggalkan pendar layar gawai, kreativitas anak desa ini membuahkan mahakarya kerajinan bahan alam yang tidak sekadar memindahkan warna daun, melainkan juga merekam senyum dan kebahagiaan murni mereka.

Sore itu, anak-anak Teman Belajar di Desa Tlompakan tampak sibuk memilah daun dan bunga liar di sekitar mereka. Dengan penuh semangat, mereka menata dedaunan hijau dan kelopak bunga tersebut di atas sebuah totebag kanvas berwarna putih polos. Secara perlahan, jari-jari kecil mereka dengan teliti menyusun bentuk sesuai dengan imajinasi masing-masing yang polos dan tak terbatas.

Begitu komposisi dirasa pas, proses magis pun dimulai di bawah bimbingan mahasiswa. Dalam kesempatan ini, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 39 mengajarkan teknik memindahkan warna alami tumbuhan ke atas serat kain. Tanpa ragu, anak-anak mulai menumbuk tumpukan daun tersebut menggunakan batu yang mereka temukan.

Menariknya, eksperimen cara membuat ecoprint ini secara bertahap memunculkan jejak warna alami kehijauan dan kecokelatan di atas kain. Sebagaimana diketahui, proses sederhana namun menakjubkan tersebut dikenal luas dengan sebutan ecoprint teknik pounding. Selama proses berlangsung, ketukan batu demi ketukan membuat pigmen alami dari tumbuhan menempel erat menjadi motif yang sangat unik.

Tak pelak, wajah-wajah mungil itu menyiratkan antusiasme dan rasa penasaran yang tinggi manakala warna mulai terlihat nyata. Terlebih lagi, pengalaman baru ini terekam jelas dalam ingatan mereka sore itu.

“Seru banget kegiatan ecoprint ini. Jadi belajar buat lebih kreatif, terus jadi tahu cara memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar dari alam,” kata Davin, salah satu peserta cilik Teman Belajar.

Mengasah Kreativitas Anak Desa Lewat Alam

Inisiatif edukasi lingkungan yang kreatif ini berlangsung pada Rabu (12/8/2026) di daerah Tuntang, Kabupaten Semarang. Sejak awal, mahasiswa KKN UIN Walisongo memang sengaja merancang kegiatan ini sebagai ruang bermain yang sehat. Bahkan, mereka ingin membuktikan bahwa alam pedesaan menyediakan medium belajar yang luar biasa tanpa harus bergantung pada layar gawai.

Tentu saja, kolaborasi positif bersama komunitas Teman Belajar ini pun disambut dengan sangat hangat oleh warga setempat.

Di tengah keseruan tersebut, Ketua Teman Belajar, Ika, terus mengamati tawa dan semangat anak-anak sejak tahap pemilihan bahan hingga penumbukan selesai. “Kegiatan ecoprint ini seru banget buat pembelajaran anak-anak. Mereka terlihat sangat antusias dan excited banget mengikuti kegiatan ini,” ujar Ibu Ika.

Kini, sehelai totebag bagi mereka bukan lagi sekadar barang bawaan biasa. Sebaliknya, mahakarya kerajinan bahan alam tersebut menjadi simbol nyata dari tumbuhnya kreativitas anak desa. Hanya berbekal batu dan dedaunan liar di sekitar pekarangan, mereka belajar menghargai potensi alam dengan cara yang sangat menyenangkan.

Kontributor: Khailila Haiba Nurya Iman
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.