Trik Biaya Bangun Rumah Murah Ekstrem, Rp90 Juta Jadi Rp60 Juta!

14 Agustus 2026, 11:21 WIB • 3 menit baca
Rumah bantuan Pemprov Jateng berwarna hijau hasil inovasi bata interlock Semen Indonesia sebagai solusi biaya bangun rumah murah di Wonogiri.
FOTO: Penampakan rumah bantuan siap huni berwarna hijau cerah hasil penerapan inovasi bata interlock Semen Indonesia di Desa Jaten, Wonogiri, Kamis (13/8/2026). Teknologi ini diuji coba oleh Pemprov Jateng sebagai solusi biaya bangun rumah murah ekstrem yang cepat dan efisien. (Foto: Humas pemprov).

WONOGIRI, Jatengdata.com – Membangun hunian permanen seluas 30 meter persegi kini tidak lagi menguras kantong hingga sembilan puluh juta rupiah. Penerapan teknologi bata mutakhir sukses menciptakan standar baru biaya bangun rumah murah yang jauh lebih efisien dan sangat cepat.

Menyadari tingginya angka kebutuhan hunian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai menguji coba teknologi konstruksi baru di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Langkah strategis ini menggandeng PT Semen Indonesia (Persero) untuk menghadirkan material bata interlock Semen Indonesia. Inovasi material ini dirancang khusus untuk mempercepat proses pembangunan sekaligus menekan anggaran.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meresmikan langsung rumah hasil uji coba tersebut pada Kamis, 13 Agustus 2026. Mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, ia menegaskan bahwa teknologi ini sangat efektif memecahkan masalah backlog perumahan. Masyarakat kini memiliki alternatif inovasi rumah subsidi yang jauh lebih terjangkau dan berkualitas.

Pangkas Anggaran Pembangunan Secara Drastis

Keunggulan utama sistem interlock terletak pada efisiensi anggaran dan waktu pengerjaan. Teknologi ini kini mampu menekan ongkos pembangunan rumah tipe 30 meter persegi yang normalnya memakan biaya besar secara signifikan.. Kalkulasi tradisional menunjukkan estimasi angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan penerapan teknologi baru ini.

“Kalau dihitung oleh tukang, biasanya satu meter persegi itu Rp3 juta. Berarti kalau 30 meter persegi habisnya Rp90 juta. Tetapi Alhamdulillah pembangunan ini kita biayai dengan angka Rp60 juta,” kata Gus Yasin.

Selain memotong ongkos material dan tukang, metode konstruksi ini memangkas durasi pengerjaan secara ekstrem. Hunian kokoh tersebut rampung hanya dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Efisiensi ganda ini membuat Pemprov Jateng berencana mengevaluasi dan memperluas penggunaan material tersebut untuk berbagai program sosial di daerah lain.

“Ini yang kita dorong untuk pemakaian, pengaplikasian khususnya untuk bantuan-bantuan rumah dari Pemprov Jawa Tengah,” ujarnya.

Harapan Baru Melalui Bantuan RTLH Pemprov Jateng 2026

Isnano Dalhari Nuryanto, seorang buruh tani asal Desa Jaten, langsung merasakan manfaat keberhasilan uji coba inovasi ini. Pria berpenghasilan maksimal Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan ini sebelumnya terpaksa menumpang bersama keluarganya. Tanggungan membiayai dua anak sekolah membuat biaya bangun rumah murah terasa mustahil baginya.

Kini, impian Isnano memiliki hunian permanen akhirnya terwujud nyata.Ia merasa sangat bersyukur karena bantuan pemerintah tersebut memberikan tempat tinggal yang berdiri tegak dan siap ia huni bersama keluarganya. Bagi Isnano, rumah tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah lompatan kualitas hidup bagi keluarganya.

“Layak banget (rumahnya),” pungkas Isnano.

Inovasi teknologi konstruksi ini menjadi bagian integral dari target penyaluran bantuan RTLH Pemprov Jateng 2026. Sepanjang tahun ini, Pemerintah mengarahkan intervensi APBD untuk meningkatkan kualitas 5.111 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di 35 kabupaten/kota.

Khusus di Kabupaten Wonogiri, pemerintah mengalokasikan perbaikan untuk 235 unit rumah dan pembangunan 20 unit hunian baru. Hal ini membuktikan bahwa inovasi ini benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat kecil.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.