Atasi Kekeringan Senggi, Tim 17 Ekspedisi Patriot Undip Bangun Embung di Papua

6 September 2026, 17:33 WIB • 3 menit baca
Seorang mahasiswa dari Tim 17 Ekspedisi Patriot UNDIP mempresentasikan data survei pemetaan lokasi Embung Senggi menggunakan peta satelit dan overlay radar pada layar televisi besar.
Anggota Tim 17 Ekspedisi Patriot UNDIP memaparkan hasil pemetaan dan analisis data area rencana lokasi Embung Senggi di Distrik Senggi, Keerom, kepada perwakilan pemangku kepentingan sebagai bagian dari tahap perencanaan teknis. (foto: Dok. Undip).

KEEROM, PAPUA, Jatengdata.com – Ancaman kekeringan yang menghantui lahan pertanian di kawasan batas negara Senggi, Kabupaten Keerom, kini menemukan titik terang. Tim 17 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) menginisiasi pembangunan embung Senggi berdimensi panjang 60 meter dan lebar 25 meter untuk menjamin ketersediaan air irigasi bagi warga transmigran sepanjang tahun.

Inisiasi infrastruktur ini bermula dari serangkaian uji teknis pada tanah gambut di Jalur 3 Satuan Permukiman (SP) 2 Senggi. Berdasarkan data laju infiltrasi dan estimasi evaporasi musiman, tim merancang kolam sedalam 3 meter dengan kapasitas tampung yang presisi. Langkah teknis ini teramat krusial guna mencegah kebocoran fisis saat embung menampung air, sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan ekstrem pada masa kemarau.

Selain kesiapan teknis, pendekatan partisipatif kepada warga Woslay turut menjadi prioritas utama. Mahasiswa berdialog secara intensif dengan gabungan kelompok tani untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap proyek pembangunan embung Senggi ini. Peralihan dari tahapan pemetaan menuju pengerjaan fisik mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

“Menurut saya, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2025 melakukan babat lahan. Kemudian TEP 2026 membuat pondasi. Agar masyarakat paham dan percaya, maka harus ada realisasi nyata,” tutur Gundi selaku Ketua Kelompok Masyarakat setempat.

Sinergi Pemkab dan Tokoh Adat

Tim ekspedisi juga telah merampungkan koordinasi kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Keerom pada 24 Agustus 2026. Audiensi strategis yang melibatkan Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas Transmigrasi ini sukses menyelaraskan rencana aksi dengan arah kebijakan daerah. Alat berat berupa ekskavator mulai dioperasikan untuk penggalian fisik pada akhir bulan tersebut.

“Kami menyambut dengan baik rencana kegiatan yang telah dirancang oleh Tim Ekspedisi Patriot Undip 2026. Begitupun kami merasa terbantu karena dengan adanya Tim, kami bisa hadir untuk meningkatkan produktivitas masyarakat transmigran di Senggi,” ungkap Plt. Kepala Bidang Transmigrasi, Maneta Bero.

Keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur air ini juga sangat bergantung pada tata kelola tanah ulayat. Kepala Bagian Sumber Daya Air Keerom, Sisko, mengingatkan pentingnya komunikasi persuasif dengan tokoh adat agar pemanfaatan fasilitas berlangsung damai.

“Perihal penggunaan tanah yang akan dijadikan embung, bisa diperjelas dengan melakukan pendekatan kepada Ondoafi atau pihak setempat pemilik hak ulayat,” ujarnya.

Infografis berjudul Inisiasi Embung Senggi yang memaparkan empat pilar utama proyek Tim 17 Ekspedisi Patriot Undip: rancangan dimensi presisi 60x25 meter, mitigasi kekeringan lahan, sinergi pemerintah dengan tokoh adat, dan perwujudan kedaulatan pangan perbatasan.
Visualisasi rancangan pembangunan Embung Senggi oleh Tim 17 Ekspedisi Patriot Undip sebagai langkah strategis mengatasi krisis air dan memperkuat ketahanan pangan transmigran di perbatasan Keerom, Papua.

Mewujudkan Kedaulatan Pangan Perbatasan

Kelancaran distribusi air sawah nantinya turut didukung oleh program normalisasi parit penampungan yang dirancang Dinas Pertanian Keerom. Jika terbukti mendongkrak produktivitas petani, pemerintah daerah merekomendasikan replikasi infrastruktur serupa di kawasan Cetak Sawah Rakyat (CSR).

Sinergi riset akademisi, partisipasi petani transmigran, dan restu adat Ondoafi menempatkan proyek embung Senggi sebagai model ideal pembangunan kawasan terdepan Indonesia. Penguatan cadangan air irigasi ini sekaligus menegaskan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan, ketersediaan air bersih, dan inovasi infrastruktur berkelanjutan.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.