Aksi May Day Tertib, Realisasi Tuntutan Kini Jadi PR Pemprov Jateng

2 Mei 2026, 10:36 WIB • 2 menit baca
Aksi May Day Tertib, Realisasi Tuntutan Kini Jadi PR Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung menemui dan berdialog dengan perwakilan serikat buruh (FSPMI) di tengah peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Ahmad Luthfi tampak mengenakan kaus polo putih saat menyerap aspirasi massa aksi.

SEMARANG, Jatengdata.com – Kelancaran peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah pada Jumat (1/5/2026) menyisakan setumpuk tugas berat bagi pemerintah daerah. Gubernur Ahmad Luthfi kini harus segera merealisasikan berbagai janjinya kepada massa aksi, mulai dari kepastian kompensasi PHK hingga penyediaan pendidikan murah bagi anak pekerja.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung menampung berbagai tuntutan massa secara terbuka. Namun, daftar panjang aspirasi tersebut kini resmi menjadi PR Pemprov Jateng pada sisa tahun kerja ini. Buruh tidak sekadar meminta perayaan seremonial semata. Mereka menuntut solusi nyata atas berbagai ketimpangan di lapangan.

Tindak Lanjut Aspirasi Pekerja

Dalam dialog interaktif tersebut, perwakilan pekerja dan mahasiswa membeberkan banyak persoalan krusial. Misalnya, mereka mendesak kepastian kompensasi bagi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selanjutnya, mereka juga meminta penghapusan sistem outsourcing yang merugikan. Tuntutan ini jelas menjadi tindak lanjut May Day Jateng yang paling mendesak.

Infografis ringkasan aksi damai May Day 2026 di Jawa Tengah yang menyoroti kondusivitas di 35 kabupaten/kota, kepastian hak kompensasi PHK pekerja, perbaikan infrastruktur, serta sinergi pengawasan hak tenaga kerja antara Pemprov dan Polda Jateng.

Selain itu, massa menyuarakan isu-isu sosial dan infrastruktur dasar. Mereka menyoroti perbaikan akses jalan kawasan industri dan penyediaan angkutan antar-jemput karyawan padat karya. Bahkan, kelompok mahasiswa turut menolak rencana penghapusan program studi perguruan tinggi yang tidak sesuai kebutuhan industri.

“Semua saya terima, saya akomodir, saya berikan semangat,” ujar Ahmad Luthfi.

Sinergi Pengawasan Hak Pekerja

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu tidak bisa bekerja sendirian mengeksekusi semua tuntutan. Oleh karena itu, Luthfi berjanji akan menggandeng pihak kepolisian dan mengaktifkan desk tenaga kerja. Langkah ini bertujuan untuk menindak tegas perusahaan yang berani mengabaikan kewajibannya kepada pekerja.

“Kita punya desk tenaga kerja, punya Polda Jateng yang siap mengawal, berikut penegakan hukum apabila terjadi hak dan kewajiban buruh yang tidak terpenuhi,” ujar Luthfi.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi kelas pekerja di akhir aksi. Mereka kini berharap janji Ahmad Luthfi buruh segera terealisasi tanpa penundaan.

Keamanan Sebagai Modal Investasi

Meskipun membawa banyak tuntutan tajam, demonstrasi kemarin berjalan sangat kondusif. Kondisi damai di 35 kabupaten/kota membuktikan kedewasaan demokrasi para pekerja. Fakta ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di daerah tersebut.

“Terima kasih bahwa pelaksanaan May Day di 35 kabupaten/kota berjalan tertib dan aman. Rasa aman merupakan salah satu investasi di Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Oleh sebab itu, penyelesaian tuntutan pekerja Semarang 2026 harus berjalan seimbang. Kesejahteraan buruh perlahan meningkat, namun iklim usaha daerah tetap terjaga dengan aman.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.