Rp15 T Masuk Industri Kendaraan Listrik Kendal, Sasar Proyek Ini

19 Juni 2026, 18:39 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Dahlan Iskan berfoto memegang pigura karikatur dalam acara kunjungan bisnis pengusaha nasional terkait investasi industri kendaraan listrik Kendal.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (kiri), dan tokoh pers nasional, Dahlan Iskan (kanan), berfoto bersama menunjukkan cenderamata di sela acara "Disway Explore Business Central Java Series" di Semarang, Kamis (18/6/2026). Pertemuan dengan 49 pengusaha nasional ini menjadi momentum penting masuknya kucuran investasi triliunan rupiah untuk pengembangan industri kendaraan listrik Kendal. (foto: humas Pemprov)

SEMARANG, Jatengdata.com – Ekosistem manufaktur masa depan Indonesia kini mulai bergeser ke koridor Pantura seiring masuknya investasi terintegrasi berskala mega. Proyek strategis bernilai fantastis ini sengaja dirancang untuk membuka ribuan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat dominasi industri hijau di tanah air.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memaparkan langsung potensi luar biasa ini di depan puluhan pengusaha nasional. Momentum strategis tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan “Disway Explore Business with Dahlan Iskan Central Java Series” di Semarang.

“Terima kasih bahwa seluruh pengusaha sudah datang ke tempat kita untuk melakukan studi komparatif, termasuk melihat apakah pengembangan investasi di Jawa Tengah akan menarik,” ujar Luthfi saat menjamu rombongan di Gradhika Bhakti Praja, Kamis malam, 18 Juni 2026.

Luthfi meyakinkan para investor bahwa wilayahnya menawarkan kepastian hukum, kenyamanan usaha, dan infrastruktur penunjang yang sangat mumpuni. Komitmen ini terbukti dari realisasi investasi Jateng sepanjang tahun 2025 yang menembus angka Rp110,02 triliun. Tren positif ini terus meroket pada triwulan I 2026 dengan capaian baru mencapai Rp23 triliun.

Ekosistem Hijau Koridor Pantura

Pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada hilirisasi industri berteknologi tinggi. Alokasi dana Rp15 triliun tersebut secara khusus mengalir untuk membangun ekosistem industri kendaraan listrik Kendal yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah taktis ini berjalan beriringan dengan perluasan kawasan industri strategis di sepanjang Pantai Utara Jawa. Selain Kendal, wilayah potensial seperti KEK Industropolis Batang, Semarang, Demak, dan Brebes terus bersolek. Bahkan, saat ini terdapat sedikitnya 12 daerah lain yang sedang mengusulkan pembentukan kawasan ekonomi baru.

“Saya sudah sampaikan, Jawa Tengah ini menarik. Kalau tidak investasi di Jawa Tengah akan rugi,” tegas Luthfi di hadapan para pelaku usaha.

Sorotan Dahlan Iskan dan Kunjungan Lapangan

Transformasi masif penataan ruang dan kemudahan izin ini mendapat apresiasi khusus dari tokoh pers nasional, Dahlan Iskan. Mantan Menteri BUMN yang mendampingi rombongan klan pengusaha ini menilai peta persepsi investor terhadap Jawa Tengah telah berbalik total. Keterbatasan infrastruktur masa lalu kini berganti menjadi daya tarik utama yang kompetitif.

“Sekarang Jawa Tengah nyedot dari Barat dan nyedot dari Timur. Itu juga karena Gubernurnya,” kata Dahlan Iskan memberikan analisisnya.

Para pengusaha nasional tidak sekadar mendengar paparan data di atas kertas. Mereka langsung bergerak di lapangan untuk meninjau sejumlah korporasi besar, termasuk mengamati lini produksi sepeda motor listrik milik Polytron dan pusat layanan Halo BCA di Semarang. Rangkaian studi komparatif ini dijadwalkan berlanjut ke pabrik inovatif PT Sido Muncul untuk memperluas wawasan orientasi pasar global.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.