Alarm Bahaya Lahan Kritis Jateng, Wonogiri dan Cilacap Paling Memprihatinkan

17 April 2026, 17:28 WIB • 2 menit baca
Illustrasi bergaya komik tentang darurat lahan kritis Jawa Tengah 2025, menampilkan seorang pria stres memegang clipboard di dekat tumpukan tanah kering dan berbagai data kerusakan ekologi.
Illustrasi pemetaan data kerusakan ekologi dan status lahan kritis di Jawa Tengah tahun 2025.

SEMARANG, jatengdata.com–– Data pemetaan ekologi tahun 2025 mengungkap bahwa kondisi tanah di Provinsi Jawa Tengah semakin mengkhawatirkan dengan luasan area sangat kritis menyentuh 32.396,48 hektar. Tingginya angka lahan kritis Jateng ini menempatkan Kabupaten Wonogiri dan Cilacap sebagai wilayah dengan beban kerusakan lingkungan terberat.

Kondisi separuh lahan daratan provinsi ini ternyata sangat memprihatinkan. Pemerintah mencatat total luas daratan Jawa Tengah mencapai 3.377.554,19 hektar pada tahun ini. Meskipun demikian, ancaman kerusakan ekologi yang nyata terus membayangi kehidupan masyarakat luas. Pasalnya, hanya sekitar 1.803.054,14 hektar lahan di provinsi ini yang murni berstatus tidak kritis. Oleh karena itu, sisa jutaan hektar lahan lainnya otomatis masuk dalam berbagai tingkat kerentanan lingkungan yang butuh penanganan segera.

Infografis perbandingan antara penyebab lahan kritis di Jawa Tengah dan solusi kearifan lokal dari Sedulur Sikep.
Visualisasi yang mengkontraskan ancaman kerusakan lahan di Jateng dengan filosofi pelestarian lingkungan ala Sedulur Sikep.

Ancaman Ekologi Wonogiri dan Cilacap

Masyarakat tentu perlu mewaspadai krisis lingkungan Jawa Tengah ini. Saat ini, kategori agak kritis mendominasi kerentanan wilayah dengan luasan mencapai 719.710,9 hektar. Selain itu, lahan berstatus potensi kritis juga ikut mengancam dengan luasan mencapai 539.559,62 hektar.

Kategori lahan rusak parah jelas membutuhkan langkah mitigasi yang sangat mendesak. Kabupaten Wonogiri bahkan menanggung beban paling berat untuk kategori sangat kritis dengan luasan mencapai 6.640,44 hektar. Sementara itu, Kabupaten Cilacap memimpin luasan untuk kategori kritis dengan angka 36.961,42 hektar. Menyusul kemudian, Kabupaten Wonosobo mencatat lahan bermasalah pada kategori yang sama seluas 32.511,38 hektar.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi harus segera merumuskan kebijakan perbaikan secara taktis. Mereka tidak boleh membiarkan darurat ekologi ini terus meluas menggerus kawasan produktif di berbagai kabupaten. Pada akhirnya, percepatan rehabilitasi lahan kritis Jateng ini akan sangat menentukan masa depan ketahanan pangan sekaligus mencegah potensi bencana alam.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: jateng.bps.go.id
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.