Rawan Rem Blong, Jalur Penyelamat Kalijambe Purworejo Dikebut Rampung

16 Oktober 2026, 21:00 WIB • 3 menit baca
Petugas Dinas PUPR Jawa Tengah bersama tim teknis meninjau progres pembangunan Jalur Penyelamat Kalijambe di ruas Bener-Maron, Kabupaten Purworejo.
PROYEK JALUR PENYELAMAT – Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah bersama tim pelaksana meninjau langsung progres konstruksi Jalur Penyelamat Darurat (JPD) di ruas Bener-Maron Kalijambe, Kabupaten Purworejo. (Foto: Dok. Dinas PUPR Jateng/Jatengdata.com)

PURWOREJO, Jatengdata.com – Kendaraan berat yang mengalami gagal fungsi pengereman kini memiliki tumpuan keselamatan baru seiring pembangunan Jalur Penyelamat Kalijambe Purworejo. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mengebut pengerjaan Jalur Penyelamat Darurat (JPD) sepanjang 100 meter di ruas Bener-Maron Kalijambe, Kabupaten Purworejo, dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2026. Selain menyiapkan jalur penghenti laju kendaraan saat rem blong, proyek ini juga memangkas kecuraman tanjakan agar lebih landai.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Temmy Purboyono, meninjau langsung lokasi pekerjaan tersebut pada Kamis (15/10/2026). Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini bertujuan menekan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama yang melibatkan kendaraan berat. Pihaknya menargetkan konstruksi selesai akhir tahun ini sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

“Tujuan utamanya adalah mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini,” kata Temmy.

Dalam proyek tersebut, tim teknis fokus memperbaiki kemiringan jalan melalui penataan ulang alinyemen horizontal. Pekerjaan ini menurunkan tingkat kemiringan tanjakan yang semula mencapai 12 persen menjadi sekitar 8 persen. Perubahan geometri jalan tersebut memudahkan truk bermuatan berat melewati tanjakan sekaligus menyiapkan Jalur Penyelamat Darurat sebagai langkah antisipasi kegagalan pengereman.

Spesifikasi Konstruksi dan Progres Proyek Rp 17,29 Miliar

Secara teknis, Jalur Penyelamat Kalijambe Purworejo memiliki bentang panjang sekitar 100 meter dengan lebar enam meter. Fasilitas keselamatan ini menjadi bagian dari paket pekerjaan realinyemen horizontal dan pembangunan jalur penyelamat darurat di ruas Bener-Maron Kalijambe. Keseluruhan proyek dengan nilai kontrak Rp 17,29 miliar tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 300 meter.

Berdasarkan dokumen kontrak, pelaksana proyek memulai pengerjaan pada 25 Juni 2026 dan menjadwalkan penyelesaiannya pada 28 Desember 2026. Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen. Capaian pengerjaan di lapangan ini berhasil melampaui target awal sebesar 45 persen.

Pantauan di lokasi menunjukkan para pekerja masih memasang rangkaian besi untuk lantai jalur penyelamat. Sementara itu, sejumlah kendaraan, terutama truk bermuatan, sudah mulai menggunakan akses jalan baru tersebut. Selama masa konstruksi berlangsung, Dinas PUPR Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas agar aktivitas proyek tidak menghambat kendaraan yang melintas.

Infografis data penataan tanjakan dan pembangunan Jalur Penyelamat Darurat di Kalijambe Purworejo untuk menekan risiko kecelakaan fatal.
INFOGRAFIS PROYEK INFRASTRUKTUR – Visual data proyek penataan geometri tanjakan dan pembangunan Jalur Penyelamat Darurat (JPD) di ruas Bener-Maron Kalijambe, Kabupaten Purworejo.

Harapan Warga dan Kelegaan Sopir Truk di Jalur Rawan

Selama ini, masyarakat mengenal ruas Bener-Maron Kalijambe sebagai kawasan rawan kecelakaan, termasuk riwayat insiden fatal yang pernah menewaskan belasan orang. Bagi warga sekitar, kehadiran infrastruktur ini membawa harapan besar agar rentetan kecelakaan di kawasan tersebut tidak kembali merenggut korban jiwa.

Warga Desa Kalijambe, Iskandar, mengaku pernah mengusulkan perbaikan jalan sekaligus pembangunan jalur penyelamat demi keselamatan pengendara.

“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Yang penting ada jalur penyelamat untuk menyelamatkan orang banyak,” ujar Iskandar.

Para pengemudi truk yang setiap hari melintasi jalur tersebut turut merasakan langsung manfaat pembenahan jalan. Sopir truk pengangkut material, Novan, menilai kondisi jalan saat ini jauh lebih nyaman dilalui ketimbang sebelumnya.

“Sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya pembangunan ini, para sopir merasa nyaman lewat situ sekarang dan tidak panik lagi,” katanya.

Senada dengan Novan, sopir truk lainnya, Slamet Winarno, menyebut kontur tanjakan yang lebih landai membuat perjalanan terasa lebih mudah.

“Kalau sekarang lebih enak karena tanjakannya sudah tidak seperti dulu. Saya berterima kasih kepada pemerintah, karena jalannya sudah diperbaiki,” ujarnya.

Penyelesaian Jalur Penyelamat Kalijambe Purworejo pada akhir Desember 2026 akan memperkuat penanganan keselamatan jalan secara menyeluruh di wilayah tersebut. Meski hadirnya Jalur Penyelamat Darurat mampu mengurangi risiko kecelakaan di ruas Bener-Maron Kalijambe, efektivitasnya tetap bergantung pada ketuntasan konstruksi, kesiapan infrastruktur, serta kelaikan kendaraan yang melintas.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.