Rekor Tak Terkalahkan Runtuh di Jatidiri, PSIS Telan Kekalahan Perdana dari Persiraja
SEMARANG, Jatengdata.com – PSIS Semarang akhirnya menelan kekalahan perdana pada musim ini usai takluk 1-3 dari tamunya, Persiraja Banda Aceh. Pertandingan pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 tersebut berlangsung penuh kejutan di Stadion Jatidiri pada Jumat malam (9/10/2026)..
Kekalahan menyakitkan ini sekaligus menghancurkan rekor apik Laskar Mahesa Jenar. Sebelumnya, skuad kebanggaan warga Semarang ini sukses menjaga tren tak terkalahkan melalui dua kemenangan meyakinkan atas Adhyaksa FC dan Persiku Kudus, serta berhasil menahan imbang Semen Padang.
Tampil di hadapan pendukung sendiri, PSIS sebenarnya mendominasi jalannya penguasaan bola sejak menit awal. Namun, kelengahan barisan belakang dalam mengantisipasi transisi cepat lawan langsung membuahkan petaka. Gawang tuan rumah kebobolan pada menit kedelapan melalui tendangan keras penyerang Persiraja, M. Risky Safri.
Petaka Serangan Balik dan Kartu Merah
Tuan rumah merespons gol cepat tersebut dengan terus mengurung pertahanan Laskar Rencong. Sayangnya, skema serangan balik lawan justru terbukti sangat mematikan. Persiraja sukses menggandakan keunggulan menjadi 0-2 lewat eksekusi penalti Martin Chaves Garcia pada menit ke-40.
Situasi tuan rumah semakin memburuk ketika wasit mengeluarkan kartu merah menjelang akhir babak pertama. Memasuki babak kedua, Persiraja kembali memperlebar jarak melalui gol Rangga Bolang pada menit ke-57. Tampil dengan sepuluh pemain, PSIS hanya mampu mencetak satu gol balasan lewat sontekan striker veteran Hari Nur Yulianto dua menit menjelang waktu normal usai.
Racikan Mematikan Sang Mantan Legenda
Kemenangan Persiraja di Jatidiri ini terasa semakin emosional karena sosok di balik layar mereka. Pelatih Laskar Rencong, M. Ridwan, bukanlah nama asing bagi publik Semarang. Ia merupakan mantan pemain andalan sekaligus legenda PSIS yang pernah membela panji Mahesa Jenar pada periode 2004–2008 dan 2015–2017.
Kala itu, winger lincah ini turut membawa PSIS melaju hingga ke final Liga Indonesia 2006. Kini, datang sebagai lawan, racikan taktik M. Ridwan justru sukses memberikan luka perdana bagi mantan timnya.
Menanggapi hasil mengecewakan ini, Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, tidak menutupi rasa dukanya. Ia menyadari hasil tersebut memukul mental seluruh pihak yang mendukung tim.
“Situasi seperti ini tentu membuat saya sangat sedih. Apalagi para pemain, fans, dan suporter, pasti juga merasakan kekecewaan yang sama,” ungkap Widodo, seusai pertandingan.
Lebih lanjut, juru taktik kelahiran Cilacap tersebut menolak larut dalam keterpurukan. Ia menginstruksikan anak asuhnya untuk segera mengalihkan fokus dan memperbaiki kelemahan tim menghadapi sisa laga kompetisi yang masih panjang.
“Namun, ini baru pertandingan kelima dari 27 pertandingan. Tidak ada kata terus bersedih, kami harus bangkit. Ini PSIS, tidak ada kata menyerah. Evaluasi pasti ada,” tegasnya menutup keterangan.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.