90 Persen Rilis Tak Masuk Standar, Pemred Jatengdata.com Bongkar Rahasia Publikasi Berita KKN Tembus Media
SEMARANG, Jatengdata.com – Hampir 90 persen rilis berita kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) produksi mahasiswa tak memenuhi standar jurnalistik karena masih terjebak pada format laporan birokrasi seremonial dan tradisi foto kaku bergaya “baris dan senyum”.
Fakta ini diungkapkan secara blak-blakan oleh Pemimpin Redaksi Jatengdata.com, Agung S Bakti, saat membedah taktik jurnalistik digital di hadapan puluhan perwakilan kelompok mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Kamis (8/10/2026).
Banyak naskah rilis mahasiswa kerap gagal melewati meja kurasi redaksi karena penulis salah membidik sasaran pembaca. Mahasiswa cenderung merangkum kronologi acara semata, alih-alih menonjolkan inovasi dan dampak nyata bagi warga desa.
“Pada periode KKN Agustus yang lalu, saya menerima ratusan rilis berita dari berbagai kampus di Jawa Tengah. Namun, dari sekian ratus itu, yang memenuhi syarat jurnalistik mungkin hanya sekitar 10 sampai 15 persen saja,” ujar Agung Setia Bakti di Gedung Q Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.
Ia menambahkan bahwa naskah liputan yang benar-benar memikat dan memenuhi standar keterbacaan organik bahkan kurang lagi dari jumlah tersebut.
Pemilihan sudut pandang visual juga sangat mempengaruhi kelemahan publikasi berita KKN ini. Redaksi cenderung tidak menayangkan rilis berita yang sekadar melampirkan foto formalitas.
Praktik jurnalisme masa kini menuntut kehadiran foto candid yang mampu menangkap aksi interaksi di lapangan. “Sembilan puluh persen foto kiriman mahasiswa adalah dokumentasi ‘baris dan senyum’ atau foto bergaya seremoni lainnya. Ini murni laporan birokrasi yang kaku, bukan foto jurnalistik,” tegas jurnalis senior tersebut.
Angkat Dampak Nyata “Science for Community”
Ia mengingatkan para mahasiswa perwakilan kelompok KKN agar konsisten memegang prinsip pengabdian “Science for Community” saat bertugas. Penulis harus jeli menggali angle sains, inovasi desa, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Karya jurnalistik yang sukses senantiasa menawarkan solusi konkret, seperti peliputan pemanfaatan daun kelor untuk mencegah stunting, berita inovasi teknologi tepat guna, atau kisah-kisah humanis seputar pemberdayaan masyarakat di desa KKN.
“Kita tidak butuh nama-nama lengkap seluruh anggota kelompok KKN ada di dalam paragraf berita. Publik luas ingin melihat dampak nyata,” tambahnya.
Oleh karena itu, mahasiswa wajib menguasai cara menulis rilis berita KKN yang berfokus kuat pada penyelesaian masalah masyarakat setempat.
Praktik Kilat Gunakan AI Sebagai Asisten Redaktur
Untuk meningkatkan efisiensi penulisan, pemateri mendorong mahasiswa KKN Reguler Angkatan 87 memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara etis. Mahasiswa dapat memfungsikan mesin pintar tersebut sebagai asisten redaktur pribadi guna merumuskan kerangka berita piramida terbalik, memperbaiki susunan ejaan, dan bahkan meminta masukan angle, judul dan teras berita terbaik.
Optimalisasi perintah dasar (prompt) yang tajam terbukti ampuh menghasilkan naskah berita KKN yang memikat redaktur dengan tingkat keterbacaan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Agung langsung mengajak para mahasiswa mempraktikkan cara membuat reportase berita yang mudah dan praktis dengan bantuan AI. Tidak sampai lima menit, mahasiswa sudah berhasil memproduksi naskah liputan yang memenuhi standar jurnalistik yang bagus dengan narasi yang memikat.
Meskipun kecerdasan buatan menawarkan kecepatan kompilasi naskah, penulis manusia tetap memegang kendali penuh atas akurasi informasi.
“Fakta tetap raja. AI tidak boleh mengarang data atau kejadian di desa secara halusinasi. Semua unsur berita harus berasal dari lapangan dan mesin tidak boleh menyentuh kutipan asli warga,” pungkas Agung.
Sinergi LP2M dalam Pembekalan KKN
Sebagai informasi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan Workshop Pemberdayaan KKN Reguler Angkatan 87 Tahun 2026 ini.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) LP2M, Moh. Masrur, M.Ag. menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik digital ini menjadi bekal krusial bagi seluruh kelompok mahasiswa.
“Harapannya adalah banyak publisitas dari KKN yang bisa termuat lebih banyak lagi di media massa dengan kualitas yang bagus. Makanya didatangkan praktisi langsung untuk bisa mengajari para mahasiswa,” ungkap Masrur.
Lebih lanjut, Masrur juga menyampaikan bahwa selain materi publikasi media, panitia turut menghadirkan narasumber kompeten lainnya untuk memperkaya wawasan perwakilan KKN.
Kepala Bagian Kesra Kabupaten Semarang, H. Asep Mulyana, S.STP., M.M., hadir memaparkan materi bertajuk “Selayang Pandang Kabupaten Semarang: Potensi Wilayah dan Strategi Pelaksanaan KKN yang Aman dan Berkelanjutan”.
Di samping itu, Staf BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Lutfi Ramdhani, ST, juga menyampaikan langsung materi “Literasi Kesehatan: Mengenal Hak dan Manfaat BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa KKN” kepada para peserta.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.