PSIS Menang, Tanggapan Pelatih Widodo C Putro Soroti Satu Fakta Ini

5 Oktober 2026, 11:58 WIB • 2 menit baca
Pelatih PSIS Semarang Widodo C Putro bersedekap dada mengenakan kaus polo biru gelap, dengan logo PSIS berada di sudut kanan atas.
Pelatih Kepala PSIS Semarang, Widodo C Putro, memberikan evaluasi taktik terkait penyelesaian akhir skuad Mahesa Jenar meski sukses menundukkan FC Bekasi City 1-0 di Stadion Jatidiri.

SEMARANG, Jatengdata.com – Kemenangan tipis 1-0 PSIS Semarang atas Bekasi City di Stadion Jatidiri pada Sabtu (3/10/2026) malam menyisakan catatan penting. Di balik raihan tiga poin krusial tersebut, tanggapan pelatih Widodo C Putro justru menyoroti sejumlah peluang emas skuad Mahesa Jenar yang terbuang percuma sepanjang pertandingan.

Gol tunggal penentu kemenangan PSIS Semarang lahir pada menit ke-44 ketika babak pertama hampir berakhir. Pertandingan sendiri berjalan sangat terbuka sejak peluit awal berbunyi. Jual beli serangan berlangsung cepat, membuat barisan pertahanan kedua tim harus bekerja ekstra keras.

Memasuki pertengahan babak pertama, tekanan konstan tuan rumah mulai merusak konsentrasi pertahanan Bekasi City. Kebuntuan akhirnya pecah satu menit menjelang turun minum, memastikan keunggulan PSIS yang bertahan hingga akhir laga.

Evaluasi Tajam Juru Taktik Mahesa Jenar

Meski sukses mengamankan kemenangan kandang, penampilan tim tetap mendapat evaluasi kritis. Tanggapan pelatih Widodo C Putro usai pertandingan memperlihatkan bahwa skor 1-0 belum sepenuhnya mencerminkan dominasi serangan yang diciptakan anak asuhnya.

“Sebenarnya kita bisa lebih dari satu gol kalau kita lebih cermat, lebih jeli, atau lebih akurat untuk passing, timing, dan final pass-nya,” ujar Widodo C Putro.

Pernyataan sang pelatih menegaskan pentingnya penyelesaian akhir yang lebih klinis. Kendati menguras tenaga, apresiasi tinggi tetap diberikan kepada seluruh pemain yang berjuang keras mempertahankan keunggulan di tengah intensitas laga.

Di luar aspek teknis, kemenangan PSIS Semarang ini tidak lepas dari energi besar di tribun penonton. Ribuan anggota Snex tak henti-hentinya menyanyikan yel-yel dukungan selama 2 x 45 menit penuh.

Ketika fisik para pemain di lapangan mulai terkuras, suara gemuruh suporter justru semakin meninggi sebagai pemain ke-12.

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.