Kisah Pendonor Darah 130 Kali Bikin Gubernur Benahi Data PMI

29 September 2026, 12:24 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berfoto bersama ribuan pahlawan kemanusiaan pada acara Temu Donor Darah PMI Jateng di Semarang yang menginspirasi kisah pendonor darah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) berfoto bersama jajaran pejabat dan ribuan relawan dalam acara Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela PMI se-Jateng di Semarang, Selasa (29/9/2026).

SEMARANG, Jatengdata.com – Kisah pendonor darah asal Purworejo yang menyumbangkan darahnya hingga 130 kali sejak tahun 1980 tanpa catatan riwayat utuh memicu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengambil tindakan tegas. Luthfi langsung menginstruksikan jajarannya untuk membenahi sistem pendataan Palang Merah Indonesia (PMI) agar rekam jejak para pahlawan kemanusiaan tidak hilang begitu saja.

Gubernur menyampaikan rencana perbaikan administrasi ini saat ia menghadiri acara Temu Donor Darah Sukarela 2026 di Balairung Astina, Kota Semarang, Selasa (29/9/2026). Ia mendengarkan langsung keluhan pendonor lansia tersebut dan menjadikan persoalan ini sebagai fokus utama pemerintah provinsi.

“Tidak boleh sampai ada masyarakat yang melakukan donor terlewatkan datanya, meskipun itu sukarela,” tegasnya.

Luthfi menilai validasi data pendonor darah melampaui sekadar urusan birokrasi kertas kerja. Pemerintah melakukan pembenahan ini sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap pengabdian warga yang puluhan tahun rutin menyelamatkan nyawa pasien rumah sakit.

Penghormatan untuk 2.348 Pahlawan Kemanusiaan

Dalam acara yang sama, Luthfi memberikan piagam penghargaan bergengsi kepada 2.348 pendonor darah sukarela se-Jawa Tengah. Kelompok penerima penghargaan ini mencakup 1.743 orang dengan riwayat 50 kali donor dan 605 orang yang sukses mencapai rekor 75 kali donor.

“Bagi siapapun yang memberikan darah kepada yang membutuhkan, ini merupakan suatu bentuk perwujudan amal, charity, yang diberikan dengan tulus,” kata Ahmad Luthfi.

Tingkat kepedulian masyarakat Jawa Tengah ini ikut menstabilkan ketersediaan pasokan kantong darah. Hingga Juni 2026, seluruh Unit Donor Darah (UDD) PMI Jawa Tengah berhasil memproduksi sekitar 17 ribu kantong darah setiap bulannya. Luthfi memastikan jumlah tersebut sangat aman untuk menutupi kebutuhan transfusi darurat masyarakat.

Menutup arahannya, ia mengingatkan kembali bahwa setiap kisah pendonor darah selalu menyimpan nilai tertinggi dari wujud kepedulian sosial. Para relawan menyumbangkan tetes darahnya tanpa pernah memandang latar belakang siapa yang kelak menerima donor tersebut.

“Apa yang Anda berikan merupakan bentuk pengabdian. Bapak-Ibu melakukan itu tanpa pernah bertanya untuk siapa dan kepada siapa darah itu akan diberikan. Betul?” kata Luthfi.

Seluruh relawan sontak menjawab serempak “betul” merespons pertanyaan sang Gubernur.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.