Ribuan Rumah Dirombak Total, Mampukah Jateng Capai Target Kemiskinan 8,70 Persen?

23 September 2026, 16:25 WIB • 2 menit baca
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin berdialog langsung dengan warga lanjut usia penerima bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) Baznas Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyapa dan mendengarkan aspirasi warga penerima program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Baznas Jateng dalam upaya menekan angka kemiskinan[.

SEMARANG, Jatengdata.com – Badan Pusat Statistik mencatat tingkat kemiskinan Jawa Tengah masih berada di angka 9,21 persen, sehingga pemerintah setempat mengandalkan program kolaboratif bedah rumah untuk mencapai target ambisius akhir tahun.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang target tegas untuk menekan angka kemiskinan hingga menyentuh level 8,70 persen pada penghujung tahun 2026. Pemerintah daerah menggenjot berbagai langkah taktis. Salah satunya melalui percepatan penanganan hunian tidak layak bagi masyarakat prasejahtera.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjelaskan, pemerintah daerah menempuh strategi utama berupa pengurangan ketimpangan ketersediaan hunian layak atau backlog perumahan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

“Target kita ada di angka 8,70% di akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai,” kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada acara Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Baznas Provinsi Jawa Tengah Tahap III Tahun 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 23 September 2026.

Hingga semester II tahun 2026, pemerintah mencatat backlog perumahan di Jateng turun ke angka sekitar 990.000 unit. Angka ini menyusut tajam daripada kondisi pada tahun 2025 yang sempat mencapai 1.332.968 unit. Hal ini berkat aksi perbaikan ratusan ribu unit rumah secara masif.

Sinergi Kuat Bersama Baznas

Kolaborasi lintas sektor mengawal keberhasilan pemerintah dalam mereduksi angka kemiskinan dan memperbaiki kualitas permukiman. Pemprov Jateng menggandeng pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperluas cakupan renovasi rumah warga.

“Terima kasih kepada Baznas yang hari ini menyalurkan zakat kepada para penerima berupa perbaikan rumah tidak layak huni. Ini membantu kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucap Taj Yasin memberikan apresiasi. Ia berharap para penerima manfaat bisa segera menikmati hunian sehat dan aman setelah proses rehabilitasi rampung.

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Ahmad Darodji memaparkan, pihaknya mengucurkan alokasi bantuan rehabilitasi RTLH bagi 112 unit rumah dengan total anggaran mencapai Rp2,011 miliar pada penyaluran Tahap III 2026.

Bantuan ini menyempurnakan akumulasi program dari tahun-tahun sebelumnya. Baznas Jateng mencatat total penyaluran bantuan rehab RTLH sebanyak 3.855 unit dengan nilai mencapai Rp49,174 miliar sepanjang kurun waktu 2019 hingga 2026.

Senyum Haru Warga Penerima Manfaat

Masyarakat di berbagai daerah merasakan langsung dampak positif dari program kolaboratif ini. Badaruddin, salah satu warga penerima bantuan asal Kabupaten Wonosobo, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas uluran tangan tersebut.

“Terima kasih sekali, semoga dengan bantuan yang diberikan melalui Baznas Provinsi Jawa Tengah, dapat dipergunakan untuk renovasi rumah yang kami tempati, dan menjadi berkah untuk anak-anak dan keluarga saya,” ujar Badaruddin penuh haru.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.