Tembus Forum Global, Peneliti Unsoed Kaji Riset Kelautan di Laut China Selatan

22 September 2026, 13:13 WIB • 2 menit baca
Delegasi Peneliti Unsoed yang mengenakan jas abu-abu dan hijab sedang mempresentasikan hasil riset di podium pada acara 6th Training Course on Marine Scientific Research in the South China Sea di Qingdao, China.
Aksi delegasi Peneliti Unsoed saat memaparkan materi penelitian pada forum ilmiah internasional di Qingdao, China, dengan latar layar presentasi yang menampilkan data spasial perbandingan karbon sedimen.

QINGDAO, Jatengdata.com – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menunjukkan taring di kancah internasional. Kali ini, Peneliti Unsoed mewakili Indonesia dalam forum riset kelautan bergengsi di Qingdao, China. Mereka mengkaji isu strategis di kawasan maritim Laut China Selatan.

Pusat Biodiversitas dan Maritim LPPM Unsoed mendelegasikan Firda Haifa Fadhilah dan Hendrayana. Dua Peneliti Unsoed ini mengikuti 6th Training Course on Marine Scientific Research in the South China Sea. Acara bertaraf dunia ini berlangsung pada 14–18 September 2026 di Sophia International Hotel, Qingdao.

First Institute of Oceanography (FIO) dari Kementerian Sumber Daya Alam China memprakarsai kegiatan bergengsi tersebut. Banyak pakar mancanegara menghadiri pertemuan ilmiah ini. Mereka berkumpul untuk meningkatkan kapasitas dan bertukar pengetahuan di bidang oseanografi.

Perluas Jejaring Kolaborasi Global

Kehadiran Peneliti Unsoed dalam ajang ini membawa misi penting. Mereka berupaya memperluas jejaring kerja sama tingkat internasional. Langkah strategis ini juga berfungsi meningkatkan kapasitas sumber daya manusia internal kampus.

Selama pelatihan, penyelenggara membekali peserta dengan metodologi mutakhir. Para Peneliti Unsoed juga mempelajari pemanfaatan teknologi data maritim secara komprehensif. Mereka turut membedah berbagai isu oseanografi yang sedang berkembang.

Hendrayana selaku delegasi membagikan pengalaman berharganya. Ia menilai kegiatan ini sangat krusial bagi sivitas akademika. Forum tersebut membuka ruang diskusi langsung dengan para pakar lintas negara.

“Kami tidak hanya mendapat wawasan baru mengenai keilmuan maritim,” ujar Hendrayana. Ia menambahkan bahwa forum ini memfasilitasi komunikasi ahli antarnegara. Kolaborasi erat ini membuka peluang riset bersama pada masa mendatang.

Pusat Biodiversitas Unsoed memang serius menggarap isu strategis maritim. Fokus riset mereka mencakup ekologi laut, kesehatan ekosistem pesisir, dan konservasi lingkungan. Mereka juga mendalami biogeokimia perairan serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Keterlibatan Peneliti Unsoed di China menjadi batu loncatan penting menuju kampus riset global. Institusi ini siap menjawab tantangan pengelolaan lingkungan berbasis data saintifik. Ke depan, Peneliti Unsoed akan terus memimpin inovasi pelestarian pesisir Nusantara.

Kontributor: Adib Albari
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.