Ubah Tanah Masam Jadi Subur, Tim Undip Dorong Ketahanan Pangan Papua
KEEROM, PAPUA, Jatengdata.com – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (Undip) menyulap lahan dengan tingkat keasaman tinggi di Kabupaten Keerom menjadi area percontohan pertanian modern yang produktif. Mahasiswa menginisiasi gebrakan tersebut untuk memperkuat ketahanan pangan Papua sekaligus memberdayakan petani lokal di Satuan Permukiman (SP) 2, Distrik Senggi.
Prof. Ir. Didik Wisnu Widjajanto, M.Sc., Ph.D., bersama lima anggota tim mahasiswa Undip memimpin langkah strategis ini pada Jumat (18/9). Mereka tidak sekadar membuka lahan, melainkan menghadirkan solusi agrikultur terukur berupa demonstration plot (demplot) seluas 45 x 50 meter di Jalur 3, SP 2 Senggi.
Tim Undip merancang demplot pertanian ini sebagai laboratorium lapangan sekaligus ruang belajar bagi warga transmigrasi setempat. Berdasarkan uji laboratorium dan pengukuran langsung oleh tim, tanah di kawasan tersebut memiliki kadar pH rata-rata ±5 atau tergolong masam. Kondisi ini membuat tanaman sulit menyerap unsur hara, sehingga tim perlu melakukan intervensi khusus.
“Kita ingin pengembangan demplot ini tidak hanya langsung menanam, tetapi dimulai dari memahami kondisi lahannya terlebih dahulu. Dengan mengetahui karakteristik tanah, terutama kondisi pH yang masih masam, pengelolaan lahan dan pemilihan komoditas dapat dilakukan dengan lebih tepat,” ujar Gebi Viola Claudia Situmorang, anggota Tim 5 Ekspedisi Patriot Undip.
Inovasi Limbah Lokal untuk Pertanian Keerom
Menghadapi tantangan tanah masam, Tim Ekspedisi Patriot Undip menerapkan metode perbaikan lahan berbasis sumber daya lokal. Mereka merancang tata ruang (site plan) bedeng secara cermat dan mengolah limbah gabah padi menjadi sekam bakar.
Tim kemudian mencampur sekam bakar tersebut dengan tanah dan pupuk kandang sebagai media persemaian yang ideal. Melalui metode ini, mahasiswa menyemai beragam komoditas hortikultura unggulan, mulai dari cabai keriting, tomat, jagung, edamame, sawi, hingga terong ungu. Upaya tersebut bertujuan memetakan jenis tanaman pangan yang paling adaptif dan bernilai ekonomi tinggi di Keerom.
“Demplot ini kami harapkan bukan sekadar menjadi tempat menanam, tetapi menjadi lahan percontohan yang bisa memberikan pembelajaran kepada masyarakat. Dari sini kita dapat melihat komoditas mana yang potensial, bagaimana kondisi tanahnya, dan bagaimana lahan dapat dikelola dengan lebih optimal,” kata Gebi.
Harapan Baru untuk Petani Papua
Masyarakat sekitar langsung merasakan manfaat kehadiran demplot inovatif ini. Para petani kini memiliki akses langsung terhadap praktik budidaya pertanian yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi ini membuat warga tidak lagi bergantung pada satu jenis komoditas saja.
Sybur, salah satu petani di SP 2 Senggi, mengakui program pendampingan ini membuka wawasan baru bagi para penggarap lahan.
“Selama ini lahan memang sudah dimanfaatkan untuk bertani, tetapi dengan adanya kegiatan seperti ini kami bisa melihat cara pengelolaan dan jenis tanaman yang bisa dicoba. Harapannya nanti hasil dari demplot ini bisa menjadi contoh dan membantu masyarakat dalam mengembangkan lahan,” ujar Sybur.
Inovasi Tim Ekspedisi Patriot Undip ini menjadi pendorong nyata bagi terwujudnya ketahanan pangan Papua yang mandiri. Selain itu, program ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup pengentasan kelaparan (SDG 2), produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), serta pemulihan kualitas ekosistem daratan (SDG 15).
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.