Ketika Warga Antusias Saksikan Langsung MTQ Nasional di Lapangan Simpang Lima

17 September 2026, 12:43 WIB • 3 menit baca
Potret antusiasme warga Semarang yang duduk lesehan di atas hamparan terpal saat menyaksikan langsung panggung utama MTQ Nasional di Lapangan Simpang Lima pada malam hari.
ANTUSIASME WARGA: Ribuan jemaah duduk khidmat beralas terpal di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Rabu (16/9) malam. Tingginya antusiasme warga terlihat nyata saat mereka berkumpul bersama keluarga dan rombongan komunitas untuk menyaksikan langsung lantunan ayat suci pada ajang MTQ Nasional XXXI. (Foto: Humas Pemprov).

SEMARANG, Jatengdata.com – Ribuan orang memadati hamparan alas plastik di bawah langit malam Semarang pada Rabu (16/9). Pemandangan ini menjadi potret nyata tingginya antusiasme warga saat menyatu dalam lantunan ayat suci bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang diam-diam duduk lesehan di antara mereka.

Hawa dingin malam Kota Semarang rupanya tidak menyurutkan langkah seribuan orang. Mereka berbondong-bondong memadati lokasi acara. Antusiasme warga memancar jelas ketika mereka menatap lekat ke arah panggung megah yang berpendar terang di Lapangan Simpang Lima.

Para pengunjung hadir untuk mendengarkan langsung lantunan merdu dari peserta seleksi Babak Penyisihan Cabang Seni Baca Al Quran Golongan Dewasa. Mereka menyimak setiap bacaan dengan penuh kekhusyukan. Ajang ini seolah membentuk ruang silaturahmi yang hangat bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Magnet Silaturahmi dan Nostalgia Santri

Awalnya, penonton tidak menyadari kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di tengah-tengah mereka. Gus Yasin tampak berbaur santai dengan ratusan penonton di atas terpal. Ia sesekali mengambil gambar dan video melalui telepon selulernya.

Warga yang perlahan menyadari kehadirannya langsung beringsut mendekat untuk sungkem, meminta foto bersama keluarga, hingga berpose selfie. Masrifah, salah satu penonton asal Kecamatan Tugu, turut merengkuh kehangatan malam itu saat Gus Yasin menyapanya secara spontan. “Datang sama rombongan pengajian,” ujarnya singkat dengan senyum bangga.

Selain rombongan pengajian, antusiasme warga juga datang dari kalangan mantan santri yang mencari penawar rindu. Nabil, seorang pemuda Kota Semarang, mengaku sangat terpukau dengan keindahan suara para qari. “Masha Allah, luar biasa,” kata Nabil.

Ia menceritakan bahwa perhelatan kompetisi ini sukses mengobati kerinduannya pada masa lalu. “Saya dulu santri di pondok, dari SD, SMP, SMA, luar biasa bisa menyaksikan langsung suara para qari dan qariah di ajang MTQ Nasional,” katanya.

Dari Rekor MURI hingga Kebanggaan Kafilah

Gus Yasin juga menyempatkan diri berinteraksi dengan sekumpulan remaja di Lapangan Simpang Lima dan meminta mereka mendendangkan Mars MTQ. Lima remaja dari MAN 2 Semarang ini spontan menyanyikan lagu tersebut dengan penuh semangat. “Kemarin ikut nyanyi apa tidak ?” tanya Gus Yasin. “Ikuuut,” jawab mereka kompak.

Rafi Pratama, salah satu dari remaja tersebut, merasa malam itu sangat istimewa bagi kotanya. “Senang sekali, karena ini adalah penantian yang lama, untuk jadi tuan rumah,” katanya.

Sementara itu, Livia Carissa menceritakan kebanggaannya turut memecahkan rekor dalam rangkaian kegiatan ini. “Kita kemarin menyanyi di Jalan Pahlawan. Seru sekali karena ikut memecahkan Rekor MURI,” kata Livia. Ia menilai pelaksanaan acara ini sangat membekas di hati para pemuda. “Keren, bagus, menyenangkan, seru,” tambahnya.

Kebanggaan serupa juga diungkapkan oleh Muhammad Itqon Alexander. Mantan delegasi Cerdas Cermat Quran (CCQ) dari kafilah Jateng pada MTQ Nasional 2020 di Bukittinggi ini merasa ajang di rumah sendiri memberikan kesan tersendiri. “Sangat megah dan membanggakan,” kata Itqon.

Ia mengapresiasi kemegahan perhelatan yang rencananya akan ditutup resmi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada Sabtu, 19 September mendatang.

Malam di Lapangan Simpang Lima ini bukan sekadar tentang kompetisi membaca Al Quran semata. Kehadiran Gus Yasin yang duduk lesehan merangkum momen hangat yang merepresentasikan tingginya antusiasme warga, merajut harmoni dan kedamaian di tengah denyut Kota Semarang.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.