Bukan Sekadar Bahasa, Mahasiswa Kelas Internasional UIN Walisongo Kini Dituntut Kuasai AI dan Riset Global
SEMARANG, Jatengdata.com – Tuntutan bagi mahasiswa kelas internasional kini melonjak tajam. UIN Walisongo Semarang resmi memperluas orientasi International Class Program (ICP) agar tidak sekadar mahir berbahasa asing, tetapi juga wajib menguasai kecerdasan buatan (AI) dan riset berskala global.
Pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo menetapkan perubahan arah kebijakan ini dalam forum penguatan ICP di Ruang Rektorat Lantai 4, Jumat (11/9/2026). Pertemuan strategis ini membidik pembaruan kurikulum agar lulusan memiliki daya saing nyata di tingkat internasional.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., mengingatkan bahwa mahasiswa kelas internasional memikul tanggung jawab besar. Kapasitas mereka harus menembus batas-batas kemampuan teknis komunikasi semata.
“We are very happy to celebrate this excellent program. Antum mukhtārūn, you are the chosen ones. Kalian adalah mahasiswa-mahasiswa yang terpilih. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan ilmu, keterampilan, kompetensi, mindset, dan jejaring internasional,” ujar Prof. Musahadi.
Penguasaan Teknologi Mutakhir Jadi Syarat Wajib
Pengelola program tetap mempertahankan kemahiran berbahasa Arab dan Inggris sebagai fondasi utama pembelajaran. Meskipun demikian, pimpinan kampus menegaskan bahwa mahasiswa harus memfungsikan kemampuan tersebut sebagai instrumen pembuka akses ilmu pengetahuan global.
“Both Arabic and English should be your ghāyah and your tools. Bahasa Arab dan bahasa Inggris harus menjadi kemampuan yang terus kalian kembangkan,” tambahnya.
Pimpinan kampus kini mendorong para mahasiswa untuk merespons kemajuan teknologi mutakhir secara cepat. Penguasaan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) menjadi sebuah keharusan agar mahasiswa mampu menghadirkan inovasi untuk kemanusiaan lintas negara.
Dekan FTIK UIN Walisongo, Prof. Dr. Abdul Rohman, M.Ag., menjelaskan bahwa program ICP telah berjalan selama enam angkatan dan meluluskan dua kohort. Kekuatan utamanya kini terletak pada cara mahasiswa memandang dunia melalui pendekatan akademis lintas budaya.
Pola Pikir Mahasiswa Melampaui Batas Negara
Wakil Rektor I, Prof. Dr. Imam Yahya, M.Ag., turut mendukung langkah transformasi kurikulum ini. Ia menilai internasionalisasi ekosistem kampus akan berdampak langsung pada penguatan daya saing kelembagaan di kancah dunia.
“International Class Program is not merely about program and a class, but it’s about mindset, behaviour, access and networking to unlock all the global opportunities. So use this opportunity wisely, not only as a student in Jrakah and Ngaliyan, but the mindset have to be a global mindset,” tegas Rektor menutup sesi arahannya.
Keberhasilan kelas internasional ini bertumpu pada kemampuan mahasiswa mengubah potensi akademiknya menjadi kontribusi riil di masyarakat. Ketika mahasiswa memadukan kemampuan bahasa dengan penguasaan teknologi mutakhir dan ketajaman riset, mereka siap tampil tangguh membawa nama institusi berkiprah di panggung global.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.