Kisah “Pulang Kampung” Kafilah Papua Barat Daya di MTQ Nasional 2026 Jateng
SEMARANG, Jatengdata.com – Malam tadi, peron Stasiun Tawang di Kota Semarang menjadi saksi sebuah momen hangat yang melampaui sekadar penyambutan tamu daerah. Kedatangan rombongan Kafilah Papa Barat Daya untuk mengikuti MTQ Nasional 2026 Jateng pada Kamis (10/9/2026) malam terasa begitu istimewa, bagaikan menyambut keluarga yang sekian lama berpisah.
Kehangatan tersebut tergambar nyata dari langkah beriringan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Senyum tulus dan obrolan cair mengiringi langkah mereka membelah sejuknya angin malam Kota Semarang, menghapus rasa lelah rombongan dari ujung timur Nusantara.
Sambutan Berbalut Persaudaraan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memang mengonsep penyambutan ini dengan pendekatan personal. Setiap provinsi mendapatkan pendampingan khusus secara melekat dari satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Khusus untuk Kafilah Papua Barat Daya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ditugaskan secara langsung untuk mengawal dan memastikan kenyamanan mereka.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menerima sebanyak 847 peserta dan ofisial yang masuk ke Jawa Tengah, terbagi dari 12 provinsi,” ujar Taj Yasin.
Infrastruktur dan mobilitas peserta juga menjadi fokus utama layanan agar seluruh tamu merasa tenang selama berada di ibu kota provinsi.
“Setiap dinas mendampingi satu provinsi untuk menjamu dan memberikan informasi mengenai kebutuhan selama MTQ. Kami juga menawarkan kepada kafilah yang ingin berwisata karena sudah ada bus yang disiapkan,” jelas Taj Yasin.
Ikatan Batin Lintas Pulau
Di balik penyambutan formal tersebut, ruang VIP Stasiun Tawang menyimpan jalinan kisah yang sangat personal. Ahmad Nausrau rupanya memiliki kedekatan emosional yang mendalam dengan tanah Jawa. Sang istri tercinta, Ida Priyanti Nausrau, adalah perempuan kelahiran Kabupaten Cilacap. Fakta ini membuat kunjungannya ke Jawa Tengah terasa sangat berbeda.
“Kula niki mulih. Lha bojoku wong Jawi, Cilacap. Sing jelas, iki boten melu MTQ mawon, tapi sekaligus mulih,” ujarnya.
Ia mengaku tak menyangka mendapat perlakuan yang begitu istimewa dari jajaran pimpinan tertinggi di Jawa Tengah.
“Penyambutannya luar biasa. Saya sangat terharu dan senang. Tadi saya kira datang biasa-biasa saja, ternyata Pak Wagub langsung bersama para pejabat menjemput,” katanya.
Keikutsertaan kontingen dalam kompetisi ini pun membawa misi yang lebih substansial dari sekadar memperebutkan trofi kejuaraan. Mereka hadir untuk meresapi nilai-nilai luhur agama sekaligus merawat kebersamaan antardaerah.
“Bagi kami, yang penting adalah partisipasi. Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sosial masyarakat,” tandas Ahmad.
Pertemuan dua pemimpin daerah ini menegaskan bahwa perhelatan MTQ Nasional 2026 Jateng berhasil menjadi medium pemersatu yang apik. Kisah kepulangan Kafilah Papua Barat Daya ke tanah Jawa menjadi cerminan nyata bahwa ikatan persaudaraan di Nusantara senantiasa hidup dan melampaui batas-batas geografis.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.