Cara Praktis Buat Komposter Galon Bertingkat, Solusi Cerdas Olah Sampah Organik

10 September 2026, 22:41 WIB • 3 menit baca
Tiga mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo mendemonstrasikan tahapan pembuatan komposter galon bertingkat menggunakan wadah bekas dan bahan organik.
Mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo Posko 6 mengedukasi warga terkait pengolahan limbah dapur dengan merakit komposter galon bertingkat dalam rangkaian kegiatan di Dusun Bowong, Magelang.

MAGELANG, Jatengdata.com — Barang bekas di rumah, seperti wadah air mineral, ternyata menyimpan potensi besar untuk mengatasi masalah limbah dapur. Melalui sedikit modifikasi teknis, masyarakat dapat menyulap barang bekas ini menjadi komposter galon bertingkat yang sangat praktis untuk mengolah sampah organik meski menempati lahan sempit.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Misi Khusus (MMK) UIN Walisongo Semarang Posko 6 memperkenalkan praktik inovatif tersebut kepada warga Magelang pada Jumat (21/8/2026). Melalui sebuah workshop interaktif, mereka mendemonstrasikan langsung cara sederhana menangani limbah rumah tangga.

Selain menekan volume sampah menuju tempat pembuangan akhir, metode pengolahan ini menghasilkan produk sampingan bernilai. Komposter galon bertingkat bekerja efektif mengurai sisa makanan maupun dedaunan menjadi pupuk cair bernutrisi tinggi penyubur tanaman.

Praktik Mudah Perakitan Alat

Mahasiswa KKN tidak sekadar memberikan paparan teori, tetapi langsung mengajak warga mempraktikkan tahapan perakitannya. Proses pembuatan alat pengolahan sampah organik ini bermula dengan menyiapkan dua wadah plastik besar. Mahasiswa kemudian merancang bangun dan menyusun kedua wadah tersebut secara vertikal agar fungsional.

Langkah perakitan alat ini sangat sederhana dan menggunakan bahan baku murah. Happy Dwi Alfarizi, salah satu mahasiswa KKN MMK Posko 6, menjelaskan detail proses perakitan mulai dari penyiapan material.

“Untuk membuat komposter galon bertingkat ini, pertama kita siapkan dua galon bekas,” ujar Happy.

Ia menjelaskan bahwa galon pertama berfungsi sebagai wadah penampung cairan. Mahasiswa memodifikasinya dengan memotong leher atas lalu memasang keran air di area bawah samping.

Sementara itu, peserta workshop perlu memotong galon kedua pada bagian dasar agar berfungsi sebagai corong masuk limbah organik rumah tangga.

“Setelah itu, kedua galon ditumpuk dengan galon kedua berada di atas galon pertama. Sampah organik bisa dimasukkan melalui bagian atas. Sedangkan cairan hasil pengomposan akan terkumpul di galon bagian bawah dan dapat dikeluarkan melalui keran,” tambahnya.

Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat langsung memahami proses transisi material sisa menjadi media pengomposan bernilai guna.

Infografis lima langkah panduan cara mudah membuat komposter galon bertingkat untuk pengolahan sampah organik dan limbah dapur rumah tangga.
Panduan visual lima langkah praktis merakit komposter galon bertingkat menggunakan dua wadah bekas untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk cair bernutrisi. (Ilustrasi/jatengdata.com)

Solusi Efektif Lingkungan Rumah Tangga

Pelatihan ini menargetkan peningkatan kesadaran warga mengenai pentingnya tata kelola buangan dapur secara mandiri. Masyarakat kini bisa memisahkan sampah organik mereka setiap hari sebelum memanfaatkannya secara optimal melalui proses penguraian alami.

Penggunaan wadah bekas ini sangat ideal warga terapkan di area permukiman padat karena desain vertikalnya menghemat ruang. Warga bisa menempatkan instalasi mini tersebut di sudut halaman dapur tanpa khawatir memakan banyak tempat.

Pengetahuan dari pelatihan komposter galon bertingkat ini menjadi bekal berharga bagi masyarakat Magelang. Mereka kini memiliki keterampilan aplikatif untuk mengelola sisa dapur secara bijak sekaligus mengoptimalkan siklus guna material sisa di lingkungan mereka.

Kontributor: KKN MMK UIN Walisongo Posko 6
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.