Mengintip Peternakan Ayam Bebas Sangkar di Klaten, Bebas Bau Menyengat!
KLATEN, Jatengdata.com – Langkah kaki tim liputan Jatengdata.com terhenti sejenak saat tiba di sebuah bangunan di Desa Wonosari, Kabupaten Klaten, pada Rabu, 9 September 2026. Pemandangan di depan mata sungguh membingungkan pikiran.
Sepintas lalu, fasad bangunan ini sama sekali tidak mencerminkan sebuah area agribisnis perunggasan, melainkan lebih menyerupai tampilan sebuah kantor modern. Keheranan semakin bertambah ketika mata menangkap sebuah papan bertuliskan “Meeting Room” yang menempel elegan di pintu kanan bangunan.
Tidak ada tanda-tanda kebisingan satwa atau aroma menyengat yang biasanya menjadi ciri khas fasilitas peternakan konvensional. Satu-satunya petunjuk yang menandakan tempat ini adalah area biosekuriti ketat di ambang pintu masuk. Setiap orang wajib melewati fasilitas sanitasi yang menyemprotkan uap air disinfektan tepat di atas kepala guna mensterilkan tubuh dari potensi agen penyakit.
Misteri akhirnya terjawab tuntas begitu pintu utama perlahan dibuka. Sebanyak 10.000 ekor ayam yang bergerak amat lincah seketika menyambut kedatangan kami dengan riuh suara kokok yang bersahutan riang.
Ekosistem Terintegrasi di Atas Lahan Satu Hektar
Fasilitas modern bernama Kolase Farm ini menghadirkan standar baru dalam industri peternakan ayam bebas sangkar di Indonesia. Ekosistem peternakan ini dikelola secara apik oleh Jumadi Hanif, seorang sarjana peternakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Kalimantan Barat.
Pria yang bertindak sebagai pengurus teknis tersebut menjalankan operasional harian bersama tiga orang pekerja profesional lainnya. Mereka bahu-membahu mengelola tata ruang lahan seluas kurang lebih satu hektar yang memadukan berbagai unsur agribisnis.
Adapun lahan seluas satu hektar tersebut dirancang dengan sistem integrated farming atau pertanian terpadu yang sangat efisien. Area luas ini terbagi rapi menjadi peternakan unggas yang berdampingan langsung dengan kebun pepaya, area sayuran hijau, rimbunnya kebun pisang, hingga kolam ikan yang produktif.
Pengelolaan terpadu ini menjamin kelangsungan sirkulasi ekosistem lingkungan berputar secara maksimal dan saling menguntungkan satu sama lain. Konsep kawasan ramah lingkungan terwujud nyata karena rantai biologi saling menopang kebutuhan nutrisi secara mandiri.
Pemandangan Tak Biasa dari Koloni Ayam Bahagia
Memasuki area lebih dalam, pemandangan tak biasa langsung menyambut tim Jatengdata.com saat menyambangi Kolase Farm. Alih-alih terkurung dalam sekat sempit, ribuan ayam petelur tampak bebas berlarian, bertengger santai di atas panjatan, hingga melompat lincah mematuk-matuk pakan gantung. Konsep cage free ini secara konsisten memberikan ruang berekspresi yang luas bagi hewan untuk memenuhi seluruh naluri alaminya.
Interaksi unggas-unggas ini menunjukkan respons psikologis yang sangat positif terhadap kehadiran manusia. Begitu kami mendekat, ayam-ayam berbulu cokelat ini justru antusias berbondong-bondong menghampiri tanpa sedikit pun rasa takut.
Suasana komunal yang interaktif ini membuktikan bahwa metode pemeliharaan etis sangat krusial dalam menciptakan karakter ayam bahagia. Mereka terbukti hidup terbebas dari ancaman stres ruang sempit yang membelenggu insting liarnya.

Rahasia Hilangnya Bau Menyengat
Keunggulan paling revolusioner dari operasional peternakan ayam bebas sangkar ini adalah ketiadaan polusi udara yang mengganggu pernapasan. Berbeda tajam dengan peternakan konvensional yang selalu identik dengan bau kotoran menyengat, udara di dalam area Kolase Farm terasa netral dan bersih.
Jumadi Hanif membeberkan bahwa rahasia kebersihan ini terletak pada pemanfaatan kebiasaan alami satwa itu sendiri. Unggas gemar mengais-ngais tanah sehingga hamparan alas sekam selalu berbalik dan kotoran tidak pernah menumpuk basah di satu titik.
“Karena di-eker-eker tadi itu. Jadi kotoran itu kan musuhnya satu air. Kedua lembab. Nah kalau di bawah sana, siapa yang mau ngeker-ngeker kalau bukan kita. Kan akhirnya numpuk kan, Pak. Terus lembab, muncul amoniak, terus keluar bau,” urai Jumadi memberikan perbandingan sistem ternak ayam cage free dengan peternakan konvensional atau sistem kandang baterai.
Gizi Spesifik dan Penanganan Medis Ketat
Manajemen peternakan ayam bebas sangkar Kolase Farm turut memberlakukan standar asupan nutrisi alami yang sangat spesifik. Pengurus rutin menyuplai pakan dasar sekaligus menyediakan pakan tambahan berupa buah-buahan segar hasil panen integrated farming di sekitar kandang. Langkah pemenuhan gizi makro ini sangat efektif untuk mengalihkan sifat agresif dan menekan potensi kanibalisme antar anggota koloni.
“Kita kasih pepaya buat makro enrichment-nya. Apa ya, untuk pengalihan. Terus sebagai herbalnya juga sih,” terang sarjana peternakan UGM tersebut.
Kolase Farm juga sangat ketat dalam memisahkan satwa yang membutuhkan ruang penanganan medis. Terdapat area karantina yang berfungsi menenangkan unggas dengan kondisi fisik menurun atau mengalami kerontokan bulu akibat perundungan. Tindakan isolasi ini memastikan seluruh populasi utama tetap sehat serta terbebas dari penularan penyakit mematikan.
Telur Premium Bernilai Ekonomis Tinggi
Tingkat kesejahteraan fisik dan mental ini membawa dampak beruntun terhadap melesatnya kuantitas produksi. Hewan yang selalu bergerak lincah memiliki jadwal biologis yang amat teratur dalam melepaskan telur bernutrisi tinggi.
“Dia bertelurnya setiap pagi, Pak. Dari jam 6 pagi sampai jam 9 biasanya,” jelas ahli ternak asal Kalimantan Barat tersebut.
Dari total populasi 10.000 ekor, peternakan inovatif ini sanggup memanen lebih dari 9.000 butir telur setiap harinya. Kualitas gizi telur hasil pemeliharaan etis ini melampaui produk konvensional di pasaran bebas. Hal ini karena hewan yang selalu bergerak aktif secara alami membakar lemak jahat dalam sistem metabolisme mereka. Kondisi fisik yang sangat prima ini membuahkan hasil pangan dengan profil nutrisi unggulan.
“Telurnya lebih rendah kolesterol. Kalsium fosfornya itu lebih tinggi,” tegas Jumadi.

Manajemen peternakan ini juga sangat ketat dalam mempertahankan standar kandungan omega asli pada seluruh produk andalannya. Pengurus telah membuktikan melalui serangkaian uji laboratorium independen bahwa kandungan omega-3 pada telur mereka menembus angka lebih dari 500 miligram. Fakta ini secara mutlak menepis trik pemasaran curang yang kerap menyuntikkan zat pewarna sintetis ke dalam pakan agar kuning telur tampak berwarna oranye pekat.
Keunggulan mutlak dalam hal kebersihan, etika pemeliharaan, dan tingginya kandungan nutrisi membuat nilai jual produk ini melonjak. Harga jual telur omega premium ini dibanderol rata-rata hampir dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan telur ayam biasa.
Meskipun demikian, konsumen modern sangat meminati produk ini. Karena harga tersebut terbayar lunas oleh kualitas gizi dan jaminan kebersihan yang mereka konsumsi setiap hari.
Pengakuan Global
Pencapaian luar biasa dalam menjaga kelestarian satwa ini telah merengkuh validasi dari lembaga independen tingkat dunia. Kolase Farm baru saja mendapatkan pengakuan internasional lewat sertifikasi kesejahteraan hewan Certified Humane Asia on behalf of Humane Farm Animal Care (HFAC).
Penghargaan prestisius ini tidak didapatkan dengan mudah. Fasilitas ini harus lolos serangkaian audit ketat yang mengukur kelayakan operasional kandang, kualitas pakan organik, hingga manajemen stres harian unggas.
Keberhasilan meraih sertifikasi HFAC ini menempatkan fasilitas di Klaten tersebut bukan lagi sekadar peternakan ayam bebas sangkar berskala lokal, melainkan rujukan utama industri pangan etis global.
Tingkat profesionalisme Kolase Farm tercermin kuat dari kedisiplinan ketat para pekerjanya dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Sistem tata kelola mereka membuktikan bahwa operasional agribisnis bervolume besar mampu bersinergi sempurna dengan etika lingkungan.
Teka-Teki Sang Inovator Muda
Sistem manajerial berstandar tinggi ini rupanya lahir dari tangan dingin pemuda bernama Hani Wahyu Nugroho. Ia merintis entitas bisnis ini pada tahun 2025 dengan berani mendobrak pakem tradisi perunggasan yang usang. Keputusannya membangun ekosistem peternakan terintegrasi yang padat modal jelas membutuhkan kalkulasi bisnis yang matang dan nyali besar.
Hebatnya, pemuda ini baru berusia 29 tahun. Jebolan Manajemen Bisnis Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta tahun 2022 ini justru mengambil jalan terjal yang dihindari banyak peternak senior. Di saat peternak lain berlomba menekan biaya pemeliharaan dengan sistem kandang sekat demi mengejar kuantitas, ia sukses menciptakan pasar tersendiri melalui komoditas pangan berkualitas unggul yang bernilai tinggi.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok Hani Wahyu Nugroho di balik mahakarya agribisnis mutakhir ini? Apa rahasia pemikiran yang membuatnya berani melawan arus utama industri perunggasan nasional hingga menuai sukses dalam waktu singkat?
Temukan jawaban atas teka-teki strategi sang inovator muda tersebut. Simak wawancara eksklusif Jatengdata.com dalam edisi liputan mendalam berikutnya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.