Harga Gabah Melonjak, Nilai Tukar Petani Jawa Tengah Catat Tren Positif Agustus 2026

10 September 2026, 12:05 WIB • 2 menit baca
Petani Jawa Tengah tersenyum optimis sambil mengepalkan tangan di tengah sawah padi yang menguning, mengilustrasikan kebahagiaan atas jaminan gaji petani setara UMR dari program JTAB.
Keterangan (Caption) ILUSTRASI – Seorang petani mengekspresikan kebahagiaannya di hamparan sawah yang siap panen. Melalui program "JTAB Petani Gajian", Pemprov Jawa Tengah memberikan kepastian modal, serapan hasil panen, hingga jaminan gaji petani setara UMR per hektare untuk meningkatkan kesejahteraan sektor agraris. (Foto: Ilustrasi AI).

SEMARANG, Jatengdata.com – Kesejahteraan masyarakat perdesaan di Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan tren positif pada periode Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat indikator Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai angka 118,84 atau naik 0,68 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., mengesahkan langsung laporan capaian tersebut melalui dokumen Berita Resmi Statistik pada Selasa (1/9/2026).

Lonjakan indikator kesejahteraan ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani melesat tajam sebesar 0,88 persen. Angka pertumbuhan ini berhasil mengungguli kenaikan indeks pengeluaran petani yang hanya tumbuh 0,19 persen. Kenaikan harga jual panen komoditas unggulan memberi tambahan margin keuntungan bagi pendapatan ekonomi keluarga tani.

Sektor Pangan Pimpin Pertumbuhan

Berdasarkan rincian data sektoral, subsektor tanaman pangan memimpin tren kenaikan Nilai Tukar Petani Jawa Tengah dengan lonjakan signifikan sebesar 1,59 persen. Para petani meraup pendapatan lebih besar berkat melambungnya harga jual gabah dan jagung di pasaran.

Subsektor perikanan dan peternakan juga mengekor jejak positif ini dengan persentase pertumbuhan masing-masing 0,80 persen dan 0,78 persen.

Kondisi berbeda justru menimpa para petani sektor hortikultura pada bulan yang sama. Indeks kesejahteraan subsektor ini merosot 2,25 persen menyusul anjloknya harga jual komoditas andalan seperti bawang merah, kubis, dan tomat. Subsektor tanaman perkebunan rakyat turut mengalami koreksi tipis sebesar 0,55 persen.

Infografis capaian Nilai Tukar Petani Jawa Tengah Agustus 2026 yang tembus angka 118,84, merangkum rincian pertumbuhan subsektor tanaman pangan, rasio pendapatan, dan indikator NTUP.
Rangkuman data visual terkait tren positif Nilai Tukar Petani Jawa Tengah periode Agustus 2026. Lonjakan harga komoditas gabah dan jagung menjadi motor utama pendorong indikator kesejahteraan masyarakat perdesaan bulan ini. (Grafis: Jateng Data)

Dinamika Biaya Hidup Perdesaan

Walaupun pendapatan panen meningkat, masyarakat perdesaan tetap menghadapi naiknya beban biaya hidup. BPS mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga perdesaan Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,27 persen selama Agustus 2026. Kenaikan tarif pada kelompok pengeluaran pendidikan serta makanan dan minuman memicu inflasi harga barang konsumsi rumah tangga ini.

Bersamaan dengan naiknya biaya hidup, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Jawa Tengah juga merangkak naik 0,86 persen menyentuh level 123,13.

Indikator margin operasional ini mengonfirmasi bahwa sektor pertanian Jawa Tengah masih memiliki daya tahan ekonomi yang tangguh merespons fluktuasi harga di tingkat produsen

Editor: Agung S Bakti
Sumber: BPS Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.