Ratusan E-Bike Undip Resmi Mengaspal, 100 Persen Rakitan Vokasi
SEMARANG, Jatengdata.com – Sebanyak 220 unit E-Bike Undip resmi beroperasi sebagai moda transportasi cerdas rendah karbon bagi sivitas akademia, Jumat (4/9/2026). Menariknya, seluruh armada ramah lingkungan yang tersebar di 25 titik kampus ini merupakan hasil rakitan mahasiswa Sekolah Vokasi.
Peluncuran armada baru ini berlangsung di Pelataran Gedung Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Undip. Dalam peresmian tersebut, Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyatakan fasilitas ini memperkuat komitmen universitas terhadap inisiatif hijau sekaligus menjadi ajang pembuktian transfer teknologi.
“E-Bike ini mendukung komitmen Undip terhadap GreenMetric dan menjadi bagian dari upaya transfer teknologi. Proses assembling-nya dilakukan 100% di Sekolah Vokasi,” ujar Prof. Suharnomo.
Sistem Pembayaran Pintar Berbasis QRIS
Pengembangan E-Bike Undip terwujud melalui kerja sama dengan WanWay Technology yang menyusul kunjungan Rektor ke China tahun lalu. Kendaraan ini menerapkan sistem smart transportation. Pengguna cukup melakukan pembayaran menggunakan QRIS untuk menikmati layanan tersebut di dalam perimeter kampus. Setelah selesai, sivitas akademika wajib mengembalikan sepeda listrik ke titik parkir yang telah tersedia.
Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global Undip, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU, menggarisbawahi pentingnya fasilitas operasional ini untuk menurunkan angka emisi karbon.
“E-bike ini untuk menunjang Undip sebagai kampus yang berkelanjutan, terutama pada indikator transportasi dan program pengurangan karbon di lingkungan Universitas Diponegoro,” jelas Prof. Hadiyanto.
Tantangan Perawatan Fasilitas Berkelanjutan
Kehadiran ratusan unit E-Bike Undip memberikan alternatif mobilitas harian yang sangat praktis bagi mahasiswa. Fasilitas ini mengukuhkan penerapan konsep transportasi pintar dalam ekosistem pendidikan modern. Meski demikian, Rektor memberikan catatan tegas mengenai aspek pemeliharaan aset.
“Kemampuan membangun harus berjalan beriringan dengan kemampuan merawat. Sustainability harus kita jaga agar berbagai pengembangan ini terus memberikan manfaat,” tegasnya.
Kesadaran warga kampus dalam menggunakan dan menjaga infrastruktur publik akan menentukan umur manfaat program ini. Ekosistem transportasi ramah lingkungan membutuhkan partisipasi aktif mahasiswa agar standar mobilitas hijau di Undip terus terjaga secara optimal.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.