14 Daerah Jateng Berstatus Awas Kekeringan, Ini Langkah Darurat Pemprov
BATANG, Jatengdata.com – Sebanyak 14 wilayah di Jawa Tengah kini menghadapi status Awas kekeringan meteorologis hingga September 2026. Merespons ancaman krisis air yang meluas tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mengeksekusi serangkaian langkah darurat. Mulai dari skenario modifikasi cuaca hingga penyiapan asuransi gagal panen bagi petani.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah sebelumnya telah merilis peringatan dini kekeringan Jateng. BMKG mencatat belasan daerah seperti Demak, Kudus, Grobogan, hingga Wonogiri masuk zona merah kekeringan yang membutuhkan intervensi segera.
Siapkan Skenario Modifikasi Cuaca
Sebagai langkah mitigasi taktis, Pemprov Jateng memprioritaskan rekayasa cuaca untuk memancing hujan buatan di wilayah terdampak. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa opsi ini akan menekan dampak ekstrem krisis air.
“Kami ke depan akan coba memodifikasi awan dengan harapan ini bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini,” kata Taj Yasin usai memberikan mauidhah hasanah pada acara Dzikro Maulidurrosul Muhammad SAW di Ponpes Ar Roudloh Babadan, Limpung, Batang, Selasa (25/6/2026).
Evaluasi Infrastruktur Beton dan Biopori
Krisis air yang berulang ini juga memicu evaluasi struktural terhadap masifnya pembangunan permukiman berbasis beton. Mewakili Pemprov Jateng, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini mengingatkan bahwa material beton sering kali menghilangkan area resapan air hujan. Pembangunan infrastruktur di desa maupun perumahan seharusnya menyisakan ruang tanah terbuka.
“Ini peringatan buat kita bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.
Pemerintah mendorong masyarakat agar mulai memperbanyak titik resapan air di lingkungan tempat tinggal masing-masing sebagai upaya mitigasi jangka panjang.
“Harus ada pori-pori, syukur-syukur ada sumur biopori atau resapan di tiap-tiap rumah,” katanya.
Distribusi Air dan Asuransi Pertanian
Sementara itu, pemerintah kabupaten dan kota bersinergi mengelola pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah menyiagakan puluhan armada truk tangki air bersih. Truk-truk ini akan mendistribusikan pasokan air layak konsumsi langsung ke permukiman warga.
“Kami juga sudah menyiapkan lewat BPBD terkait kekeringan. Sudah banyak kita dengan kabupaten kota mengalokasikan, menyiagakan truk-truk tangki kita untuk mendistribusikan air bersih, terutama air yang siap untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Selain memastikan pasokan air rumah tangga, Pemprov Jateng juga melindungi sektor pertanian dari ancaman puso atau gagal panen. Dinas Pertanian bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) telah merancang skema asuransi perlindungan agar petani terdampak tidak menanggung kerugian total akibat ancaman kekeringan Jateng ini.
“Untuk gagal tanam panen kami lewat Dinas Pertanian dengan BUMD kita juga memberikan jaminan untuk kawan-kawan atau petani yang gagal panen. Ada asuransi yang kita jaminkan di BUMD kita,” pungkasnya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.