Bukan Sekadar Medali, Ini Pesan Tegas Wagub Gus Yasin ke Kafilah MTQ Jateng
SEMARANG, Jatengdata.com – Kontingen Jawa Tengah tidak hanya mengusung target juara dan medali sebagai misi utama. Saat melepas kafilah MTQ Korpri Jateng menuju ajang MTQ Nasional 2026 di Makassar, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan para peserta wajib membuktikan tata krama dan mendalami kandungan Al-Qur’an.
Wakil Gubernur melepas langsung 21 peserta kafilah MTQ Jawa Tengah beserta pelatih dan pendamping di rumah dinas pada Ahad (23/8/2026). Rombongan terbang ke Sulawesi Selatan pada Ahad sore ini untuk berlaga dalam MTQ VIII Tingkat Nasional 2026.
Panitia pusat menyelenggarakan kompetisi ini di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene hingga 30 Agustus mendatang.
Pesan Taj Yasin Maimoen Jaga Tata Krama
Dalam arahannya, Wakil Gubernur menitikberatkan pentingnya menjaga etika selama peserta berada di daerah orang. Gus Yasin menyebut sikap dan perilaku kontingen mencerminkan identitas daerah secara langsung.
“Kontingen Korpri Jawa Tengah tentu membawa nama besar Jawa Tengah. Saya berpesan di sana tetap menjaga kesopanan dan adat istiadat Jawa Tengah,” ujar Gus Yasin kepada para peserta.
Gus Yasin juga meminta para peserta menjadikan kompetisi ini sebagai ruang untuk meresapi ajaran agama secara lebih mendalam. Peserta tidak boleh semata-mata mencari kemenangan teknis di atas panggung.
Kafilah MTQ Jawa Tengah Wajib Tadabur Al-Qur’an
Pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini memberi mandat khusus bagi peserta cabang tilawah, tahfiz, azan, hingga khotbah. Taj Yasin Maimoen mengingatkan peserta agar selalu mengiringi bacaan tartil dengan penghayatan makna.
“Bacalah dengan tartil. Mentartilkan Al-Qur’an ini juga berarti tadabur, mengingat artinya, memahami Al-Qur’an, dan meresapi Al-Qur’an,” kata Gus Yasin.
Penghayatan yang mendalam ini menjadi modal utama para peserta kafilah MTQ Jawa Tengah. Menurut Gus Yasin, prestasi dan medali di MTQ Nasional 2026 sejatinya datang sebagai bonus atau hadiah dari kesungguhan kontingen dalam memahami firman-firman tersebut.
Tantangan Karya Ilmiah di MTQ Nasional 2026
Peserta kafilah MTQ Korpri Jateng, Artiyah, menyoroti tantangan yang semakin dinamis dalam ajang tahun ini. Cabang perlombaan kini meluas, tidak hanya menguji kemampuan hafalan dan tilawah suara.
Perkembangan terbaru menuntut peserta mengaplikasikan nilai agama melalui karya tulis ilmiah. Kategori ini bertujuan melihat bagaimana ilmu dunia nyata memiliki relevansi dengan pandangan Al-Qur’an.
“Banyak sekali, termasuk pengembangan-pengembangan baru. Ada karya ilmiah untuk menjembatani bagaimana keilmuan dunia nyata relevansinya dengan Al-Qur’an, dalam perspektif Al-Qur’an,” kata Artiyah.
Peserta juga menghadapi kompetisi kaligrafi yang kini berkembang menjadi tiga sub-jenis lomba. Tantangan pendalaman kandungan Al-Qur’an yang makin komprehensif ini menuntut kafilah MTQ Korpri Jateng mempersiapkan diri lebih matang demi meraih kebanggaan bagi daerah.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.