Di Balik Hadiah Kompor Gas, Begini Cara Mahasiswa KKN UIN Walisongo Membaur di Temanggung

20 Agustus 2026, 08:03 WIB • 2 menit baca
Mahasiswa KKN UIN Walisongo berinteraksi dengan warga yang menggendong anak saat mengumpulkan kupon undian acara jalan sehat Bansari Temanggung.
Membaur Tanpa Sekat: Mahasiswa KKN Mandiri Misi Khusus Perbankan Syariah UIN Walisongo 2026 berinteraksi hangat dengan warga saat mengumpulkan kupon undian dalam kemeriahan jalan sehat di Kecamatan Bansari, Temanggung, Rabu (12/8/2026). (Foto: Dokumentasi KKN)

TEMANGGUNG, Jatengdata.com – Pagi itu, kehangatan langsung terasa di Halaman Kantor Kecamatan Bansari, Temanggung. Bukan semata karena mentari, melainkan gelak tawa warga dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau KKN UIN Walisongo yang berjalan beriringan tanpa sekat birokrasi dalam kemeriahan jalan sehat Bansari. Kehadiran mereka menyuguhkan cerita pengabdian yang jauh dari kesan kaku, membuktikan bahwa mengenal masyarakat bisa dimulai dari ruang-ruang yang sederhana.

Selama ini, program KKN di Temanggung sering kali identik dengan agenda formal di balai desa maupun pengerjaan proyek fisik. Namun, suasana berbeda tercipta pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026). Tim KKN Mandiri Misi Khusus Jurusan Perbankan Syariah UIN Walisongo memilih rute pendekatan yang lebih membumi.

Mereka berbaur bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga pendidik, hingga perangkat desa se-Kecamatan Bansari. Tidak ada lagi batas antara pendatang dan penduduk asli. Interaksi santai di sepanjang rute jalan sehat Bansari ini justru menjadi kunci bagi mahasiswa untuk membaca dinamika sosial masyarakat setempat secara langsung.

Bagi mereka, momen ini mematahkan asumsi lama. Membangun desa tidak cukup hanya berbekal teori perbankan dari kampus. Mahasiswa harus bersedia turun, menyapa, dan memahami kebiasaan warga agar program KKN di Temanggung yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Keseruan Estafet dan Kejutan Program KKN

Setelah peluh menetes di garis finis, kemeriahan belum usai. Warga dan tim KKN UIN Walisongo kembali melebur dalam perlombaan tradisional seperti estafet tepung dan estafet air. Kekompakan dan semangat sportivitas terbangun secara natural di tengah riuhnya sorak-sorai.

Di sinilah kejutan manis itu muncul. Saat pengundian doorprize jalan sehat Bansari berlangsung, kelompok mahasiswa ini berkali-kali dipanggil ke depan. Mulai dari mendapatkan sabun cuci piring, baskom, hingga puncaknya mereka memenangkan undian utama kedua berupa satu unit kompor gas dua tungku.

Riuh tawa dan ucapan selamat dari warga sekitar membuat suasana kompetisi berubah menjadi rasa kekeluargaan yang hangat.

Keberuntungan memenangkan kompor gas di Kecamatan Bansari hanyalah bonus cerita dari kegiatan hari itu. Lebih dari itu, mahasiswa Perbankan Syariah UIN Walisongo ini memetik satu refleksi penting: program KKN yang sukses tidak melulu lahir dari grand design yang rumit. Terkadang, pengabdian paling tulus justru tumbuh saat mahasiswa bersedia hadir, berjalan beriringan, dan menjadi bagian utuh dari kehidupan masyarakat desa.

Kontributor: Rohmatul Laila
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.