Tingkatkan Kualitas Pendidikan Jawa Tengah, Undip dan BBGTK Siapkan Inovasi Pembelajaran STEM hingga AI

13 Agustus 2026, 20:54 WIB • 2 menit baca
Rektor Undip Prof Suharnomo dan Kepala BBGTK Jateng Darmadi berjabat tangan memegang dokumen kesepakatan kerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Jawa Tengah di kampus Undip Semarang.
Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Suharnomo (kanan), dan Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah, Darmadi (kiri), berjabat tangan usai menandatangani dokumen komitmen kerja sama di kampus Undip, Semarang, Rabu (12/8/2026). Sinergi strategis ini dilakukan guna mendongkrak kualitas pendidikan Jawa Tengah melalui penguatan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran berbasis riset kampus. (Foto: Dok. Undip)

SEMARANG, Jatengdata.com – Universitas Diponegoro (Undip) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mendongkrak kualitas pendidikan Jawa Tengah.

Penandatanganan komitmen ini berlangsung di kampus Undip, Semarang, pada Rabu (12/8/2026). Kolaborasi ini berfokus pada penguatan kompetensi guru dan pemanfaatan riset kampus.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut positif sinergi dengan pihak pemerintah tersebut. Ia menegaskan institusinya selalu siap berkolaborasi guna memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk kerja sama dengan pemerintah. Banyak sekali hal yang bisa kita buat bersama. Undip sangat terbuka kalau itu kerja sama yang ada,” ujar Prof. Suharnomo.

Fokus Penguatan Kompetensi Guru

Sejalan dengan visi tersebut, Kepala BBGTK Jawa Tengah, Darmadi, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi. Kedua lembaga memikul tanggung jawab yang selaras untuk kemajuan negeri.

“Meski berbeda tata laku dan tugas fungsinya, sebenarnya tanggung jawab kita sama, yaitu pendidikan,” ungkap Darmadi.

Darmadi menjelaskan lembaganya bertugas mengembangkan dan memberdayakan para pendidik. Sasaran mereka mencakup guru, tenaga kependidikan, hingga pengawas sekolah. Pihaknya berharap guru dapat segera memanfaatkan hasil riset kampus demi mendorong kualitas pendidikan Jawa Tengah.

“Kalau hasil-hasil riset dari kampus ini terkait dengan pembelajaran maupun kontennya bisa dikonsumsi oleh teman-teman guru di Jawa Tengah, itu akan sangat memperkuat kualitas pendidikan,” katanya.

nfografis jatengdata.com berjudul Sinergi Undip & BBGTK: Masa Depan Pendidikan Jateng. Memuat empat poin utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan Jawa Tengah: Sinergi UNDIP dan BBGTK Jawa Tengah untuk pemanfaatan riset, Fokus Pembelajaran STEM & AI, Penguatan Kompetensi Guru & Pengawas, serta Menuju Pendidikan Inklusif & Modern.
Infografis empat pilar utama sinergi strategis antara Universitas Diponegoro (Undip) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi inovatif yang menitikberatkan pada pembelajaran STEM dan integrasi kecerdasan artifisial (AI) ini dirancang khusus untuk mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan Jawa Tengah. (Grafis: jatengdata.com)

Inovasi Pembelajaran STEM dan AI

Usai sesi penandatanganan, Direktur Inovasi dan Kerja Sama Undip, drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D., langsung memimpin forum diskusi. Forum ini membedah berbagai potensi program yang dapat kedua institusi eksekusi bersama.

Salah satu peluang menyasar pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Undip berencana memperkenalkan berbagai prototipe teknologi kepada guru maupun siswa. Upaya ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan sains di dunia modern.

Lebih jauh, kemitraan ini merambah pelatihan kompetensi tingkat lanjut. Bidang seperti robotika, kecerdasan artifisial (AI), literasi digital, hingga pendidikan inklusif menjadi prioritas. Melalui langkah komprehensif ini, akselerasi kualitas pendidikan Jawa Tengah diharapkan dapat segera terwujud.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.