Selamatkan Tangan Petani, Inovasi Alat Penabur Pupuk KKN UIN Walisongo Curi Perhatian
KABUPATEN MAGELANG, Jatengdata.com – Tuntutan pasar yang serba cepat memaksa para petani di lereng Magelang beralih ke pupuk kimia. Meskipun, dampaknya diam-diam mengancam kesehatan kulit tangan mereka. Berangkat dari keresahan ini, sentuhan inovasi alat penabur pupuk dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo hadir membawa senyum kelegaan di wajah para petani Desa Kapuhan.
Terik matahari mengiringi langkah para mahasiswa KKN MMK (Mandiri Misi Khusus) Posko 4 UIN Walisongo Semarang saat memijakkan kaki di hamparan ladang Dusun Kapuhan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang pada Kamis (6/8/2026). Mayoritas penduduknya menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Mereka menanam aneka sayuran segar seperti kubis, sawi, cabai, tomat, hingga timun.
Dilema Pupuk Kimia dan Lahirnya Inovasi Pertanian Tepat Guna
Namun, ada dilema di balik rimbunnya sayuran tersebut. Demi memenuhi permintaan pasar, para petani Magelang terpaksa mengubah kebiasaan. Aan, selaku Ketua Kelompok Tani Dusun Kapuhan, mengungkapkan realita pahit di lapangan.
“Para petani pada awalnya menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos. Tetapi dikarenakan modal untuk membawa pupuk kandang yang tinggi, serta hasil panen yang lambat, maka petani beralih ke penggunaan pupuk kimia seperti NPK untuk pertumbuhan tanaman yang cepat,” tuturnya.
Penggunaan pupuk kimia seperti urea, NPK, dan ZA memang menjanjikan panen melimpah. Sayangnya, interaksi langsung terus-menerus membawa risiko keselamatan kerja bagi tangan petani. Merespons kondisi tersebut, mahasiswa menghadirkan inovasi alat penabur pupuk sebagai solusi teknologi tepat guna yang efektif, aman, dan sangat terjangkau.
Koordinator KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo, Lulu Zahrotun Nisa, menjelaskan bahwa ide ini berawal dari keprihatinan timnya terhadap kesehatan para petani.
“Fungsi utamanya adalah menggantikan cara penaburan pupuk dengan tangan. Kami ingin petani terhindar dari kontak langsung dengan bahan kimia. Karena dapat menimbulkan risiko yang cukup berbahaya bagi kesehatan tangan mereka,” ujar mahasiswi Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi tersebut.
Modal Rp300 Ribu, Alat Penabur Pupuk KKN UIN Walisongo Lindungi Petani
Bersama tim Pengembangan Sumber Daya Masyarakat yang beranggotakan Karina Forinda dan Muhammad Khairul Azwar, Lulu merancang alat ini dengan sangat cermat. Menariknya, tim mahasiswa meracik inovasi pertanian ini dengan biaya yang sangat ramah di kantong. Hanya dengan merogoh kocek Rp300.000, tim KKN UIN Walisongo mampu memproduksi 12 unit alat penabur pupuk.
Lulu memaparkan, timnya memakai material yang sangat sederhana sehingga masyarakat bisa mendapatkannya dengan mudah. Mahasiswa merangkai alat ini dari pipa PVC berukuran 3/4 inci sepanjang 30 sentimeter, dan pipa 1/2 inci sepanjang 1 meter. Kemudian sisa kayu bekas, paku, serta karet ban dalam yang berfungsi sebagai pegas penahan.
“Cara kerjanya, ketika alat ini ditekan ke tanah, Maka ia akan membuka bagian bawah untuk mengeluarkan pupuk. Dan ketika tekanan dilepas, alat ini akan mengembalikan katup menjadi tertutup rapat seperti semula,” jelas Lulu merinci mekanisme operasionalnya.
Setelah menggelar sosialisasi di balai desa, para mahasiswa dan petani langsung menguji coba inovasi tersebut. Mereka menaburkan pupuk dengan alat tersebut di lahan cabai yang baru berusia 20 hari. Antusiasme seketika mewarnai suasana ladang saat butiran pupuk NPK meluncur merata ke tanah, tanpa mengharuskan jemari telanjang menyentuhnya secara langsung.
“Alatnya sudah bagus Mbak, Mas. Pemupukan jadi lebih mudah dan aman untuk tangan kami,” ucap salah seorang petani dengan senyum merekah.
Kehadiran inovasi alat penabur pupuk dari mahasiswa KKN UIN Walisongo ini bukan sekadar penerapan teknologi. Hal ini juga merupakan wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan dan kemandirian masyarakat. Dengan mencegah paparan langsung dari pupuk NPK, para petani Magelang kini dapat merawat lahan sayuran mereka secara lebih amanv dan efisien.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.