Mahasiswa Undip Curhat Beras Mahal, Mentan Amran Lakukan Ini dari Atas Panggung
SEMARANG, Jatengdata.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung merespons keluhan seorang mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengenai harga beras yang melonjak tajam. Amran serta-merta menghubungi jajarannya dari atas panggung saat ia memberikan Kuliah Umum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kamis (6/8). Amran melakukan langkah cepat ini untuk segera menuntaskan krisis pangan di wilayah tersebut.
Momen ini memuncak saat sesi dialog interaktif antara Mentan dengan 5.155 mahasiswa baru Undip. Mahasiswa bernama Adriano Jeconia Padama atau akrab disapa Dede, mahasiswa baru S1 Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip, tampil mewakili masyarakat daerahnya.
Sikap Dede membuktikan keberanian tidak mengenal usia maupun status mahasiswa baru. Dengan tenang dan santun, ia menyuarakan harapan agar krisis kebutuhan beras masyarakat Alor segera mendapat solusi nyata.
Tanpa basa-basi, Amran langsung menjawab keluhan pemuda itu melalui tindakan nyata di depan ribuan pasang mata. Ia mengeluarkan ponselnya dan menginstruksikan jajaran kementerian agar segera memperbaiki jalur distribusi menuju wilayah kepulauan tersebut.
Amran sengaja menunjukkan tindakan spontan ini untuk membekali generasi muda dengan pemahaman nyata mengenai integritas, budaya antikorupsi, dan keberanian mengambil keputusan. Ia menegaskan karakter antikorupsi bukan sekadar teori hafalan ruang kelas. Generasi muda membuktikan karakter tersebut melalui keputusan berani saat menyelesaikan persoalan rakyat setiap hari.
Jaga Integritas, Jangan Takut Gagal
Mentan Amran mengingatkan pengetahuan akademis dan kemampuan profesional akan kehilangan makna jika kita mengabaikan kejujuran. Ia membagikan pengalaman pribadinya saat menertibkan praktik mafia pupuk dan tata niaga pangan. Ia melakukan hal tersebut sebagai bentuk nyata melawan penyimpangan dari dalam sistem pemerintahan.
“Kalau karaktermu hilang, you lose everything,” tegas Amran kepada para mahasiswa.
Ia memotivasi ‘Diponegoro Muda’ agar pantang menyerah pada keadaan. Amran mencontohkan perjalanan hidupnya sendiri dari kondisi miskin, lalu bekerja sejak usia muda. Ia berkali-kali menelan kegagalan sebelum akhirnya sukses merintis karier.
“Mimpi besar, gagasan. Tapi itu belum cukup. Take action. Bertindak. Itu belum cukup, harus persistent (gigih),” ujarnya berapi-api.
Kampus Sebagai Motor Inovasi Pertanian
Di sisi lain, Amran menaruh harapan besar pada peran perguruan tinggi untuk memodernisasi sektor pertanian Indonesia. Ia mendorong mahasiswa agar berani menciptakan inovasi mutakhir, bukan sekadar bertindak sebagai penikmat teknologi. Mahasiswa bisa merancang pemanfaatan traktor pintar dan drone untuk memajukan sektor agrikultur.
“Yang bisa mengubah Indonesia adalah kampus,” tuturnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., turut menantang mahasiswa baru untuk menjelma sebagai generasi COMPLETE—Communicator, Professional, Leader, Entrepreneur, Thinker, dan Educator.
Prof. Suharnomo mengajak mahasiswa untuk tekun menuntut ilmu sekaligus memupuk empati terhadap penderitaan masyarakat. Ia meyakini integritas, inovasi, dan kerja keras memegang peran sebagai pilar utama perguruan tinggi. Kampus membutuhkan pilar tersebut untuk mewujudkan komitmen bermartabat sekaligus membawa manfaat langsung bagi peradaban.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.