Warning Gubernur Lemhannas untuk Gen Z di PMB Undip 2026: Arus Digital Butuh Filter Kebangsaan

7 Agustus 2026, 09:03 WIB • 3 menit baca
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily berpidato di mimbar memberikan peringatan tentang filter kebangsaan dan literasi digital Gen Z kepada ribuan mahasiswa baru pada acara PMB UNDIP 2026 di Semarang.
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menyoroti urgensi "filter kebangsaan" guna menangkal dampak negatif disrupsi digital di hadapan belasan ribu mahasiswa baru pada ajang PMB UNDIP 2026 di Gedung Muladi Dome, Semarang, Rabu (5/8/2026).

SEMARANG, Jatengdata.com – Derasnya arus informasi digital yang dikonsumsi Generasi Z (Gen Z) berpotensi mengikis ketahanan sosial budaya bangsa jika tidak disaring ketat. Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., melontarkan peringatan tajam itu saat menyoroti urgensi pemahaman geopolitik kaum muda. Pesan strategis tersebut menjadi sorotan utama dalam pembekalan belasan ribu mahasiswa baru atau PMB Undip 2026 di Semarang, Rabu (5/8/2026).

Menurut Ace Hasan, kemudahan menyerap data digital mutlak membutuhkan fondasi nilai kebangsaan. Oleh karena itu, generasi muda tidak boleh sekadar menjadi konsumen informasi di era disrupsi. Sebaliknya, mereka wajib memiliki filter yang teramat kuat agar tetap berpikir dan bertindak kokoh sesuai Pancasila.

“Para mahasiswa baru ini merupakan generasi unggul yang berasal dari berbagai latar belakang program studi. Posisi mereka sangat strategis, sehingga penguatan nasionalisme dan rasa cinta tanah air perlu ditanamkan sejak dini,” ujar Ace Hasan saat menjawab pertanyaan wartawan.

Menyambung pernyataan tersebut, ia turut mengingatkan para pengelola perguruan tinggi. Para pengelola kampus harus mengawal pemanfaatan teknologi berbasis algoritma secara serius. Bagi Ace, langkah pengawasan ini bernilai sangat krusial. Melalui pengawasan ketat, para pendidik bisa mencegah lunturnya nilai kebangsaan akibat penetrasi media digital.

Kepada mahasiswa baru Undip, Gubernur Lemhannas Ace Hasan memberikan tantangan agar mereka memanfaatkan masa kuliah secara optimal guna membentuk karakter, memperluas wawasan, mengasah kepemimpinan, dan memperkuat komitmen kebangsaan. Ia mendorong mahasiswa untuk terus belajar tanpa cepat merasa puas, berani berkarya meski menghadapi kemungkinan gagal, berpikir kritis, menjaga integritas, merawat persatuan, dan mencintai Indonesia.

“Bangsa yang besar tidak dibangun oleh orang-orang yang hanya pandai berbicara tentang masa depan. Bangsa yang besar dibangun oleh mereka yang bekerja keras mewujudkan masa depan itu,” pesan Gubernur Lemhannas.

Sinergi Kampus Kebangsaan dan Etika Dunia Maya

Rupanya, pandangan strategis Lemhannas tersebut sejalan dengan visi Universitas Diponegoro. Merespons hal itu, Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan komitmen senada. Bagi Rektor, mahasiswa harus selalu mengiringi kecerdasan akademik dengan kepedulian terhadap masyarakat.

“Undip berkomitmen menjadi kampus rakyat sekaligus kampus kebangsaan. Kecintaan kepada bangsa harus terlihat dari teknologi, inovasi, riset, dan karya yang bisa kita deliver kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain menyoroti karya, Suharnomo juga menekankan aspek literasi digital Gen Z. Rektor mengaitkan tanggung jawab ini erat dengan jejak digital di ruang maya. Maka dari itu, ia meminta mahasiswa selalu menjaga etika.

“Kita bisa santun di dunia nyata, tetapi jangan sampai kurang santun di dunia maya. Keduanya harus dijaga dengan baik,” katanya.

Guna mewujudkan ekosistem digital sehat, Undip mendorong kolaborasi intensif. Sebagai langkah konkret, kampus mengajak para orang tua mendampingi mahasiswa secara sinergis. Pendampingan bersama ini memastikan mahasiswa tidak hanya cakap menggunakan teknologi. Mereka juga harus memahami konsekuensi setiap aktivitas daring mereka.

Penguatan Karakter Rangkaian PMB UNDIP 2026

Selain memantapkan ideologi, pihak kampus juga memfasilitasi mahasiswa melalui kolaborasi inovatif. Sebagai wujud nyata, Undip menggandeng Bank BTN meluncurkan KTM Combo. Inovasi fasilitas ini turut mewarnai ajang PMB UNDIP 2026 tersebut. Melalui kartu pintar ini, kampus mengintegrasikan identitas akademik dengan layanan perbankan digital. Berkat inovasi tersebut, mahasiswa bisa beraktivitas secara lebih praktis.

Sejalan dengan visi tersebut, panitia menyelenggarakan pendidikan karakter sebagai agenda lanjutan. Undip memusatkan rangkaian PMB Undip 2026 ini di Gedung Serbaguna Muladi Dome. Pada tahun ini, kampus resmi menerima 16.267 mahasiswa baru. Nantinya, belasan ribu mahasiswa ini akan menjalani Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) dan Pendidikan Karakter (Pendikar) hingga pertengahan Agustus mendatang.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.