Bebas TPA! Inovasi Pengolahan Sampah Undip Bikin Menteri Kagum
SEMARANG, Jatengdata.com – Masalah persampahan perkotaan yang kronis mulai terpecahkan dari dalam lingkungan akademis. Universitas Diponegoro (Undip) resmi menghentikan pengiriman limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Semarang usai menerapkan inovasi pengolahan sampah terpadu yang memicu kekaguman menteri saat kunjungan ke kampus tersebut.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kampus tersebut pada Senin (27/7/2026). Pihaknya menjadikan fasilitas ini sebagai bukti nyata kontribusi akademisi. Kampus memang harus mengambil peran sebagai mercusuar peradaban yang menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi terobosan konkret dari Undip, seperti teknologi pengolahan air bersih hingga pengelolaan sampah terpadu,” ujar Prof. Brian.
Ia menegaskan kemajuan suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan produktivitas kampusnya. Institusi pendidikan wajib melahirkan karya unggulan yang manfaatnya mengalir langsung kepada publik.
Bukti Nyata Bebaskan TPA
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., merespons positif apresiasi dan arahan kementerian tersebut. Ia mengajak rombongan kementerian membedah langsung operasional TPST Undip sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan. Kehadiran fasilitas canggih ini membuktikan komitmen serius kampus dalam merawat bumi.
“Saat ini, Undip sudah tidak lagi menyumbang sampah ke TPA Kota Semarang,” tegas Prof. Suharnomo.
Ia menjelaskan nilai kebermanfaatan sosial selalu menjadi dasar seluruh civitas academica dalam menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi. Kampus berkomitmen penuh membawa perubahan positif bagi warga kota dan sekitarnya.
Lebih Dari Sekadar Urusan Limbah
Kampus ini ternyata tidak hanya berhenti pada inovasi pengolahan sampah. Universitas turut mengembangkan sistem water treatment mutakhir untuk membantu daerah yang mengalami krisis air bersih. Para peneliti juga berinovasi memanfaatkan teknologi ozon guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian lokal.
Selain terus memacu inovasi lingkungan, pihak rektorat menjamin penuh pemenuhan hak pendidikan mahasiswa. Tercatat lebih dari 3.000 mahasiswa menerima penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) setiap tahunnya. Langkah strategis ini memastikan tidak ada satupun anak bangsa yang terhenti mengejar cita-cita akibat kendala ekonomi.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.