Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Temui Jateng Guyub, Siap Bereskan Konflik Warisan Masa Lalu
SEMARANG,Jatengdata.com – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menerima keluhan warga terkait konflik tambang, sengketa agraria, hingga nasib petani tebu. Elemen masyarakat yang tergabung dalam Jateng Guyub menyampaikan persoalan tersebut secara langsung.
Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (20/7/2026). Para perwakilan warga berharap Gubernur Jateng Ahmad Luthfi segera menuntaskan konflik menahun ini.
Perwakilan warga dari berbagai daerah menghadiri audiensi ini. Mereka berasal dari Rembang, Pati, Blora, Wonogiri, Grobogan, Salatiga, dan Kota Semarang. Perwakilan buruh juga ikut menuntut penyelesaian masalah ketenagakerjaan. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendengarkan semua aspirasi mereka dengan saksama.
Perwakilan masyarakat Rembang, Joko Priyanto, memberikan penjelasan terkait akar masalah. Ia menyebut sebagian besar konflik bukanlah hal baru. Warga menganggap masalah ini sebagai warisan pemerintahan sebelumnya. Oleh karena itu, warga mendesak pemerintah bertindak cepat.
“Saat ini pemerintah mewarisi konflik dari gubernur sebelumnya. Mau tidak mau, kami meminta Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyelesaikan persoalan itu,” ujar Joko.
Lebih lanjut, Joko mencontohkan konflik tambang dan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Rembang. Aktivitas pertambangan di sana beroperasi makin masif. Praktik ini akhirnya merusak lingkungan sekitar. Warga menuntut ketegasan Pemprov Jateng menindak tambang ilegal tersebut.
Masalah Petani Tebu dan Hak Buruh
Selain masalah tambang, audiensi Jateng Guyub juga membahas isu krusial lainnya. Isu tersebut mencakup konflik agraria, kerusakan jalan, dan pelayanan pendidikan. Warga juga meminta penguatan UMKM dan pengendalian harga kebutuhan pokok. Semua ini menuntut perhatian serius dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Sementara itu, masyarakat Blora menyoroti berhentinya operasional Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM). Penutupan pabrik ini memukul pendapatan petani tebu Blora. Akibatnya, petani harus mengirim hasil panen ke luar daerah. Biaya distribusi yang tinggi membuat para petani merugi.
Perwakilan buruh juga membeberkan sejumlah dugaan pelanggaran hak pekerja. Perusahaan kerap membayar upah di bawah ketentuan resmi. Buruh juga melaporkan adanya upaya penghambatan pembentukan serikat pekerja. Mereka berharap ada tindakan tegas dari pemerintah.
Komitmen Gubernur Merespons Aspirasi
Menanggapi berbagai tuntutan ini, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan jawaban tegas. Ia memastikan Pemprov Jateng selalu membuka ruang dialog bagi warga. Luthfi menjadikan setiap masukan sebagai dasar evaluasi kebijakan. Tindak lanjut pemerintah akan mengacu pada aspirasi tersebut.
“Rumah gubernur adalah rumah rakyat. Siapa pun boleh datang dan menyampaikan aspirasi. Pemerintah patut mendengarkan, melihat, dan mengerjakan tuntutan tersebut,” tegas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Setelah dialog, Luthfi berjanji akan memetakan seluruh persoalan sesuai kewenangan. Pemprov Jateng segera menindaklanjuti masalah di bawah kendalinya. Sedangkan urusan pusat atau kabupaten akan dikoordinasikan lebih lanjut. Luthfi juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Pertanian demi menyelamatkan nasib petani tebu Blora.
Pada akhir pertemuan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan instruksi khusus. Ia melarang persoalan rakyat hanya berhenti sebagai catatan audiensi. Pemerintah harus menindaklanjutinya sampai menghasilkan solusi nyata demi kesejahteraan masyarakat.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.