Tembus Rp5 Miliar! Ledakan Pengunjung Jateng Fair 2026 Bikin Kaget

6 Juli 2026, 13:40 WIB • 3 menit baca
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan pidato sambutan pada acara penutupan Jateng Fair 2026 di panggung utama PRPP Semarang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kanan) memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi perhelatan Jateng Fair 2026 di panggung utama PRPP Semarang, Ahad (5/7/2026). Pameran ini sukses mencatatkan rekor 125 ribu pengunjung dengan perputaran transaksi mencapai Rp5 miliar. (Foto:{emprov Jateng)

SEMARANG, Jatengdata.com – Perputaran uang menembus angka Rp5 miliar sukses dicetak hanya dalam waktu 10 hari pelaksanaan Jateng Fair 2026, mematahkan ekspektasi awal. Arus kunjungan yang membludak hingga 125 ribu orang berhasil menyulap kawasan PRPP Semarang menjadi pusat perputaran ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Panitia pun sempat kewalahan dengan ledakan pengunjung tersebut.

Lonjakan signifikan ini mengonfirmasi kebangkitan minat masyarakat terhadap perhelatan berskala masif. Mengusung tema “Action for Transformation,” pameran tahunan ini membuktikan daya tariknya selama pelaksanaan tanggal 26 Juni hingga penutupannya pada 5 Juli 2026.

Direktur Utama Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Shafigh Pahlevi Lontoh, merinci pencapaian tersebut secara gamblang. “Jumlah pengunjung sampai menjelang penutupan sekitar 125 ribu orang. Sementara nilai transaksi yang tercatat di seluruh booth kurang lebih Rp5 miliar,” ujar Shafigh.

Capaian ini melompat jauh jika kita membandingkannya dengan perhelatan tahun lalu yang hanya mencatatkan angka 100 ribu pengunjung. Panitia sendiri memantau partisipasi publik melalui indikator riil di lapangan. Seperti volume kendaraan di kantong parkir, rekapitulasi tiket masuk, hingga pencatatan data transaksi harian.

Fenomena Transportasi Daring

Menariknya, rekor 125 ribu pengunjung tersebut ternyata belum mencerminkan total massa secara keseluruhan. Tingginya antusiasme warga membuat sebagian pengunjung lolos dari radar pendataan konvensional.

“Kami menghitung berdasarkan parkir, tiket masuk, dan transaksi. Tetapi ada juga pengunjung yang datang menggunakan taksi online sehingga tidak masuk dalam data parkir,” jelas Shafigh.

Kondisi lapangan ini memperlihatkan efek Fear Of Missing Out (FOMO) yang kuat di kalangan masyarakat. Mereka tetap berbondong-bondong meramaikan lokasi meski harus menggunakan alternatif transportasi publik demi menghindari kemacetan.

Ambisi Menjadikan PRPP “Seksi” Kembali

Pencapaian fenomenal pameran ini langsung menuai apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Ia melihat lonjakan pengunjung sebagai langkah awal yang krusial untuk mengembalikan muruah (nama baik) kawasan tersebut.

“Kita doakan bahwa saat ini kita memang baru menata PRPP untuk menjadi destinasi yang seksi kembali,” ujar Taj Yasin saat acara penutupan di panggung utama Jateng Fair, Ahad (5/7/2026)..

Ia menegaskan bahwa urusan sengketa lahan kawasan tersebut sudah sepenuhnya tuntas dan kembali ke pangkuan pemerintah provinsi. Kini, pemerintah tengah mengebut proses kerja sama dan pengembangan kawasan agar pembangunan fisik dapat segera berjalan.

“Kami berharap pada 2027, atau syukur-syukur bisa lebih cepat, seluruh prosesnya sudah selesai sehingga pembangunan PRPP dapat segera dirasakan manfaatnya,” ungkap Taj Yasin penuh optimisme.

Geliat investasi dan inovasi juga terasa nyata. Acara ini sukses memamerkan kolaborasi teknologi bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Tengah serta menobatkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sebagai stan favorit. Keberhasilan ini semakin meyakinkan pemerintah akan potensi ekonomi kreatif di wilayahnya.

“Satu kata untuk Jateng Fair, luar biasa perputaran uangnya,” tutup Taj Yasin.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.