Belajar dari Kasus Oyen, Ini Cara Mengusir Kucing Liar Teraman

25 Juni 2026, 11:47 WIB • 3 menit baca
Seekor kucing oranye mengendus barikade kulit jeruk dan ampas kopi di tanah, mengilustrasikan cara mengusir kucing liar teraman menggunakan bahan alami.
ILUSTRASI – Taburan kulit jeruk segar dan ampas kopi di area pekarangan terbukti secara sains menjadi cara mengusir kucing liar teraman dan paling beradab tanpa perlu menyakiti satwa. (Foto: AI Generated/Redaksi)

SEMARANG, Jatengdata.com – Rasa bersalah kerap mencekik usai amarah mereda. Wiji (40) kini hanya bisa menunduk pasrah di Polsek Gayamsari. Pria ini meratapi video lima detiknya soal kucing viral Semarang. Insiden di Jembatan Kartini pada Senin (22/6) bermula dari keputusasaan. Ia pusing menghadapi masalah kucing buang kotoran sembarangan di rumahnya. Sayangnya, ia mengabaikan cara mengusir kucing liar teraman.

Frustrasi justru mendorong Wiji melempar kucing bernama “Si Oyen”. Tindakan gegabah ini akhirnya menjeratnya dalam pusaran kasus hukum.

Kasus dramatis ini menjadi alarm keras bagi masyarakat luas. Menghadapi hewan peliharaan di pemukiman padat memang menguji kesabaran. Namun, emosi dan main hakim sendiri bukan solusi untuk penanganan kucing liar.

Berbagai otoritas kesejahteraan hewan dan medis membagikan panduan khusus. Mereka menawarkan metode cara mengusir kucing liar teraman bagi warga. Trik ini terbukti efektif, beradab, dan membebaskan Anda dari jerat pidana.

Solusi Berbasis Sains dan Edukasi

Langkah pertama berfokus pada manipulasi indra penciuman hewan. Pakar sangat merekomendasikan cara mengusir kucing liar teraman ini. Organisasi Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) membagikan fakta penting.

Lembaga yang berbasis di Inggris ini menyebutkan bahwa kucing memiliki reseptor penciuman yang sangat sensitif. Ia secara alami membenci aroma sitrus. Karena itu Anda cukup menyebarkan potongan kulit jeruk segar di sudut rawan. Anda juga bisa menyemprotkan minyak esensial lemon atau menaburkan kopi. Aroma ini membangun barikade tak kasat mata yang ampuh.

Selain itu, warga bisa memodifikasi tekstur permukaan tanah pekarangan. Organisasi satwa The Humane Society of the United States memberikan panduan khusus. Karena kucing menyukai tanah gembur dan halus untuk menggali kotoran maka kita bisa menutup area tersebut menggunakan kerikil atau cangkang telur. Selain itu kita juga bisa membentangkan jaring kawat ayam (chicken wire) di tanah. Tekstur kasar ini membuat bantalan kaki (paw) hewan merasa tidak nyaman.

Infografis panduan empat langkah cara mengusir kucing liar teraman tanpa kekerasan, menampilkan ilustrasi larangan penganiayaan hewan, penggunaan barikade aroma sitrus dan kopi, modifikasi tekstur tanah, serta pembersihan wilayah menggunakan cuka.
INFOGRAFIS – Empat langkah metode berbasis sains sebagai cara mengusir kucing liar teraman dan manusiawi. Edukasi ini menjadi solusi bagi warga agar masalah lingkungan terselesaikan tanpa harus terjerat kasus hukum. (Grafis: jatengdata.com)

JIka ingin tuntas penyelesaiannya, kita juga wajib memutus siklus teritori hewan berbulu tersebut. Langkah ini, menjadi kunci utama dalam solusi kucing liar.

Tinjauan medis veteriner dari Hello Sehat membagikan panduan kebersihan terkait hal tersebut. Pemilik rumah harus membersihkan area bekas kotoran secara tuntas. Gunakan cairan pembersih berenzim (enzymatic cleaner) atau cuka putih. Cairan ini ampuh memecah protein penyebab bau menyengat.

Ingat, jangan menggunakan cairan pembersih lantai berbahan dasar amonia. Aroma amonia sangat menyerupai komponen kimia urine hewan liar. Bau ini justru memancing kucing kembali ke titik tersebut.

Nah, itulah beberapa cara mengusir kucing liar teraman. Pendekatan sains dan edukasi di atas jauh lebih menyelamatkan Anda untuk terhindar dari kasus hukum seperti pelemparan si Oyen di Semarang. Solusi damai ini juga menjamin hewan kecil tidak mati sia-sia.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.