Liburan Mau Muncak? Ini Panduan Lengkap Pendakian Gunung Merbabu

21 Juni 2026, 13:46 WIB • 2 menit baca
Pemandangan ikonik Gunung Merapi yang terlihat megah dari sabana hijau saat pendakian Gunung Merbabu.
Keindahan panorama Gunung Merapi yang tampak gagah saat dilihat dari jalur pendakian Gunung Merbabu. (Foto: Kehutanan.go.id)

SEMARANG, Jatengdata.com – Antusiasme traveler yang rela berebut kuota online setiap akhir pekan atau liburan sukses menempatkan pendakian Gunung Merbabu sebagai salah satu kegiatan alam favorit di Jateng.

Lonjakan minat pendakian pasca-pandemi mengharuskan pengelola memutar otak untuk menjaga kelestarian alam. Hal ini sekaligus juga untuk menjamin keselamatan pengunjung. Berada di ketinggian 3.145 MDPL, Gunung Merbabu kini mengandalkan sistem pendaftaran digital ketat. Ada kuota jumlah pengunjung yang boleh naik untuk menjaga daya dukung ekosistem sabana.

Sistem Booking Online dan Rincian Biaya Tiket

Demi menekan risiko kepadatan berlebih, kini pendaki kini diwajibkan melakukan booking online secara mandiri. Traveler reservasi melalui laman resmi tngunungmerbabu.org maksimal H-7 sebelum hari pendakian. Sistem ini mengharuskan pengisian data diri dan kontak darurat secara akurat.

Untuk Warga Negara Indonesia (WNI), total biaya pendakian reguler (2 hari 1 malam pada hari biasa) Rp65.000 per orang. Angka ini merupakan akumulasi dari tiket masuk kawasan selama dua hari (Rp40.000), tarif kegiatan mendaki (Rp20.000), dan retribusi berkemah (Rp5.000). Jangan lupa untuk mencetak bukti booking online atau menunjukannya di ponsel saat melakukan registrasi ulang di basecamp.

Rute Favorit dan Lokasi Basecamp (Google Maps)

Sebagai referensi, Gunung Merbabu memiliki beberapa jalur resmi yang menyajikan karakteristik unik:

  • Jalur Selo, Boyolali: Menjadi primadona dan rute paling populer karena tergolong lebih ramah pemula serta langsung menyajikan lanskap sabana luas yang cantik.
  • Jalur Suwanting, Magelang: Jalur ini bagi pencari tantangan karena medannya yang jauh lebih terjal dan menguras tenaga.
  • Jalur Wekas, Magelang & Thekelan, Semarang: Adapun jalur Wekas menyuguhkan rute berbatu yang terus menanjak. Sementara Thekelan menawarkan paduan medan menantang dengan panorama yang luar biasa.

Daya Tarik Visual dan Syarat Persiapan Wajib

Memang jalan menuju puncak (Trianggulasi atau Kenteng Songo), tidak mudah. Namun para pendaki tak akan menyesal ketiksa sudah sampai sana. Merbabu dikenal luas sebagai lokasi terbaik untuk berburu golden sunrise (matahari terbit) dengan latar belakang lautan awan pekat. Dari puncaknya, pendaki bahkan bisa menatap kegagahan Gunung Merapi dari jarak pandang yang sangat jelas.

Namun, demi keamanan, setiap pendaki wajib memakai sepatu hiking bersol tebal karena medan yang licin. Juga perlu membawa headlamp (lampu kepala) untuk summit attack di malam hari, jaket penahan angin (windbreaker), serta obat-obatan pribadi.

Yang tak kalah krusial, pada pendakian Gunung Merbabu, traveler wajib untuk membawa kantong sampah (trash bag). Hal ini guna mengangkut kembali limbah logistik ketika mereka turun ke pos jaga demi kelestarian sabana Merbabu.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.