Di Tengah Agresifitas Jalur Mandiri PTN, PTS Favorit Ini Justru Diserbu 20 Ribu Pendaftar
SURAKARTA, Jatengdata.com – Di tengah jeritan banyak kampus swasta yang kekurangan mahasiswa akibat masifnya jalur mandiri PTN atau kampus negeri, sebuah anomali besar justru terjadi di Surakarta. Hingga pertengahan Juni 2026, lebih dari 20 ribu pendaftar nekat berebut kursi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), membuktikan reputasinya sebagai magnet utama pendidikan.
Fenomena membeludaknya pendaftar di UMS ini sungguh kontras dengan realita pahit yang tengah menimpa mayoritas perguruan tinggi swasta lain. Sebagai perbandingan, sejumlah rektor Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkemuka di wilayah Yogyakarta bahkan secara terbuka mengeluhkan krisis penyusutan mahasiswa baru secara drastis dalam beberapa tahun terakhir hingga menyentuh angka 25 persen.
Agresifnya perguruan tinggi negeri (PTN) yang mematok kuota jalur mandiri hingga 50 persen serta memperpanjang masa seleksi menjadi pemicunya. Imbasnya, jangankan mencari pendaftar baru, belasan persen calon mahasiswa yang sudah membayar registrasi di PTS pun beramai-ramai ditarik mundur demi masuk PTN.
Tren Registrasi Naik Tajam
Di tengah badai krisis tersebut, peningkatan jumlah pendaftar di UMS bukanlah sekadar angka di atas kertas. Tren positif ini berbanding lurus dengan jumlah calon mahasiswa baru yang bergegas mengamankan kursi mereka tanpa terpengaruh godaan jalur mandiri PTN.
Staf Promosi PMB UMS, Fefy Sheilla Putri, membeberkan bukti nyata dari tingginya antusiasme tersebut. Ia mencatat lonjakan tajam pada tahapan registrasi ulang.
“Untuk registrasi juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2026 ini sudah mencapai 4.029 mahasiswa,” jelas Fefy dalam keterangannya kepada media, Senin (15/6/2026).
Reputasi kampus yang solid dan inovasi akademik menjadi kunci utama UMS bertahan dari gempuran jalur mandiri PTN. Tahun ini, UMS menambah daya gedor dengan membuka program studi mutakhir yang selaras dengan perkembangan teknologi global.
“Tahun lalu UMS memiliki 40 program studi sarjana. Sedangkan tahun ini menjadi 41 dengan penambahan Prodi Artificial Intelligence (AI),” ujarnya.
Strategi Jitu Hindari Persaingan Berdarah
Pasca-pengumuman UTBK, persaingan menembus PTS favorit ini akan semakin kompetitif. Calon mahasiswa harus memutar otak mencari jalur paling aman sebelum kuota jurusan idaman benar-benar habis.
Pihak kampus menyadari kondisi ini dan memberikan berbagai jalan alternatif bagi para pendaftar. Sistem penerimaan sengaja dirancang agar peserta bisa memaksimalkan potensi terbaik mereka.
“Kalau merasa nilai rapornya bagus bisa memilih jalur rapor. Namun jika ingin mencoba peluang lain, UMS juga menyediakan jalur CBT yang memungkinkan peserta mengikuti tes hingga sembilan kali kesempatan,” terang Fefy.
Saat ini, prodi seperti Pendidikan Dokter, Farmasi, dan Psikologi memimpin klasemen sebagai jurusan paling diburu. Tingginya minat ini membuat passing grade di prodi-prodi favorit tersebut terus melonjak setiap minggunya.
Alasan Utama Generasi Z Beralih ke Kampus Swasta
Generasi Z tentu memiliki perhitungan logis mengapa mereka tidak asal masuk sembarang kampus swasta. Syafiq Imanulha Kamaludziman, calon mahasiswa baru asal Salatiga, membeberkan alasan utamanya memilih kampus ini.
“Saya memilih UMS karena banyak teman yang kuliah di sini dan lokasinya dekat,” kata Syafiq yang sukses menembus prodi Manajemen karena linear dengan jurusan IPS-nya di SMA.
Fenomena ini menegaskan bahwa calon mahasiswa mencari kombinasi antara reputasi, kemudahan akses, dan ekosistem sosial yang mendukung. Kampus PTS favorit tidak lagi sekadar pelarian, melainkan tujuan utama.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.