Inflasi Bulanan Jateng Tembus 0,57 Persen, Harga Bensin dan Tarif Angkutan Jadi Pemicu
SEMARANG, jatengdata.com – Kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antar kota memicu inflasi bulanan Jateng merangkak naik hingga mencapai 0,57 persen pada bulan Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah merilis data tersebut pada Rabu (1/4) untuk memotret langsung imbas lonjakan biaya transportasi jangka pendek terhadap pengeluaran harian masyarakat.
Kenaikan indeks harga konsumen jangka pendek ini sangat dipengaruhi oleh dinamika kebutuhan pangan dan transportasi warga. Pihak BPS Provinsi Jateng mencatat pergerakan harga yang cukup tajam selama bulan tersebut. Oleh karena itu, kondisi ini menuntut masyarakat agar lebih cermat dalam mengatur pengeluaran harian.
Pemerintah melalui BPS mengonfirmasi secara rinci lonjakan harga jangka pendek ini lewat laporan resmi mereka. “Tingkat inflasi month to month Provinsi Jawa Tengah bulan Maret 2026 sebesar 0,57 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A. Angka tersebut memberikan gambaran riil mengenai beban ekonomi harian warga setempat.
Andil Angkutan dan Bensin
Kelompok transportasi rupanya memegang peran kunci sebagai penyumbang utama kenaikan harga. Meningkatnya mobilitas otomatis mendorong naiknya tarif angkutan antar kota. Selain itu, pergerakan harga bensin Jateng juga memberikan tekanan yang sejalan.
Pergerakan biaya transportasi ini secara langsung berimbas pada kantong masyarakat. “Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Maret 2026 antara lain daging ayam ras, beras, angkutan antar kota, dan bensin,” jelas Dr. Ali Said. Faktanya, tarif angkutan antar kota dan bensin masing-masing konsisten menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen.
Penyelamat Dompet Masyarakat
Meskipun tren mayoritas harga sedang menanjak, beberapa sektor transportasi dan pangan justru mengalami penurunan harga. Hal ini tentu sedikit banyak membantu mengerem laju inflasi bulanan agar tidak meroket. Penurunan harga tiket pesawat dan kereta menjadi angin segar bagi para komuter.
Pihak BPS turut merinci sektor-sektor penahan laju inflasi tersebut. “Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, antara lain: cabai rawit, angkutan udara, emas perhiasan, dan tarif kereta api,” ungkap Ali Said. Fakta ini menunjukkan perputaran uang dan pergerakan harga berjalan amat dinamis di awal tahun.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.