Ekspor Jawa Tengah 2026 Meroket, Sektor Nonmigas Catat Surplus US$264 Juta
SEMARANG, Jatengdata.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan nilai ekspor Jawa Tengah 2026 mengalami lonjakan signifikan. Kinerja positif ini mendorong sektor nonmigas di provinsi tersebut meraih surplus perdagangan yang sangat mengesankan.
Tingkat ekspor Jawa Tengah 2026 menembus angka US$1.342,37 juta selama periode Juni. Nilai ini mencerminkan kenaikan drastis sebesar 28,78 persen daripada periode yang sama tahun lalu. BPS secara resmi mengumumkan pencapaian ini pada Senin, 3 Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut memberikan angin segar bagi para pelaku industri daerah.
Sektor nonmigas tampil sebagai pendorong utama kenaikan nilai ekspor nonmigas ini. Kinerja ekspor nonmigas Juni 2026 menyentuh angka US$1.214,65 juta. Angka impresif ini naik 20,15 persen jika kita bandingkan dengan capaian Juni tahun sebelumnya. Amerika Serikat masih kukuh menjadi negara tujuan ekspor terbesar bagi produk-produk unggulan provinsi ini.
Surplus Nonmigas Ungguli Tren Impor
Seiring dengan kenaikan ekspor, nilai impor Jawa Tengah juga mencatat peningkatan. Total impor pada bulan Juni menyentuh level US$1.695,32 juta. Kenaikan impor ini memang memicu defisit pada neraca perdagangan Jateng secara kumulatif. Namun, kondisi defisit ini murni berasal dari tingginya beban impor pada sektor migas.
Berbanding terbalik dengan migas, neraca perdagangan sektor nonmigas justru tampil sangat prima. Sektor andalan ini berhasil mencetak surplus sebesar US$264,83 juta sepanjang bulan Juni.
Keberhasilan ini membuktikan kuatnya daya saing produk lokal di pasar global. Komoditas penyumbang ekspor terbesar meliputi berbagai produk kimia, alas kaki, serta pakaian.

Prospek Cerah Industri Pengolahan
Pencapaian surplus nonmigas ini menumbuhkan optimisme terhadap pergerakan ekonomi makro Jawa Tengah. Beragam produk hasil industri pengolahan terus mendominasi pasar ekspor internasional secara meyakinkan.
Tren positif ekspor Jawa Tengah 2026 ini membuktikan resiliensi dan inovasi industri lokal. Pemerintah daerah tentu perlu terus menjaga iklim investasi agar tren ini bertahan lama.
Kinerja cemerlang ekspor Jawa Tengah 2026 ini menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi wilayah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kini menjadi kunci utama untuk terus mengawal momentum surplus nonmigas ke depannya.
4
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.