Ekspor Jawa Tengah 2026 Meroket, Sektor Nonmigas Catat Surplus US$264 Juta

4 Agustus 2026, 14:31 WIB • 2 menit baca
Aktivitas bongkar muat ratusan peti kemas ke atas kapal kargo di pelabuhan untuk mengilustrasikan lonjakan nilai ekspor Jawa Tengah 2026 yang didominasi sektor nonmiga
Aktivitas bongkar muat peti kemas logistik di area pelabuhan komersial yang sibuk. Kelancaran arus barang menjadi urat nadi melonjaknya ekspor Jawa Tengah 2026, yang mana sektor industri pengolahan nonmigas sukses menyumbang surplus hingga US$264 juta pada Juni. (Ilustrasi: JatengData)

SEMARANG, Jatengdata.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan nilai ekspor Jawa Tengah 2026 mengalami lonjakan signifikan. Kinerja positif ini mendorong sektor nonmigas di provinsi tersebut meraih surplus perdagangan yang sangat mengesankan.

Tingkat ekspor Jawa Tengah 2026 menembus angka US$1.342,37 juta selama periode Juni. Nilai ini mencerminkan kenaikan drastis sebesar 28,78 persen daripada periode yang sama tahun lalu. BPS secara resmi mengumumkan pencapaian ini pada Senin, 3 Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut memberikan angin segar bagi para pelaku industri daerah.

Sektor nonmigas tampil sebagai pendorong utama kenaikan nilai ekspor nonmigas ini. Kinerja ekspor nonmigas Juni 2026 menyentuh angka US$1.214,65 juta. Angka impresif ini naik 20,15 persen jika kita bandingkan dengan capaian Juni tahun sebelumnya. Amerika Serikat masih kukuh menjadi negara tujuan ekspor terbesar bagi produk-produk unggulan provinsi ini.

Surplus Nonmigas Ungguli Tren Impor

Seiring dengan kenaikan ekspor, nilai impor Jawa Tengah juga mencatat peningkatan. Total impor pada bulan Juni menyentuh level US$1.695,32 juta. Kenaikan impor ini memang memicu defisit pada neraca perdagangan Jateng secara kumulatif. Namun, kondisi defisit ini murni berasal dari tingginya beban impor pada sektor migas.

Berbanding terbalik dengan migas, neraca perdagangan sektor nonmigas justru tampil sangat prima. Sektor andalan ini berhasil mencetak surplus sebesar US$264,83 juta sepanjang bulan Juni.

Keberhasilan ini membuktikan kuatnya daya saing produk lokal di pasar global. Komoditas penyumbang ekspor terbesar meliputi berbagai produk kimia, alas kaki, serta pakaian.

Infografis data statistik BPS yang menunjukkan nilai ekspor Jawa Tengah 2026 meroket tajam menembus US$1.342,37 Juta, dengan sektor nonmigas mencatat surplus US$264,83 Juta dan menjadikan Amerika Serikat sebagai tujuan utama.
Rangkuman data statistik yang mencatat lonjakan nilai Ekspor Jawa Tengah 2026 pada bulan Juni, didorong oleh performa impresif sektor nonmigas dengan komoditas unggulan seperti produk kimia, alas kaki, dan pakaian yang menembus pasar Amerika Serikat. (Grafis: JatengData)

Prospek Cerah Industri Pengolahan

Pencapaian surplus nonmigas ini menumbuhkan optimisme terhadap pergerakan ekonomi makro Jawa Tengah. Beragam produk hasil industri pengolahan terus mendominasi pasar ekspor internasional secara meyakinkan.

Tren positif ekspor Jawa Tengah 2026 ini membuktikan resiliensi dan inovasi industri lokal. Pemerintah daerah tentu perlu terus menjaga iklim investasi agar tren ini bertahan lama.

Kinerja cemerlang ekspor Jawa Tengah 2026 ini menjadi sinyal kuat kebangkitan ekonomi wilayah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kini menjadi kunci utama untuk terus mengawal momentum surplus nonmigas ke depannya.

4

Editor: Agung S Bakti
Sumber: BPS Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.