5 Tradisi Sakral Menyambut Malam 1 Suro di Jateng Besok, Dari Kungkum hingga Kebo Bule!

14 Juni 2026, 18:56 WIB • 2 menit baca
Tiga ekor kerbau albino pusaka Keraton Surakarta melintas di jalanan malam dalam tradisi sakral Kirab Kebo Bule menyambut malam 1 Suro di Jateng.
Sekawanan kerbau albino pusaka, Kyai Slamet, menjadi cucuk lampah atau pemimpin barisan dalam tradisi sakral Kirab Kebo Bule untuk menyambut perayaan Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah. Tradisi ini menjadi salah satu magnet utama wisata budaya 1 Muharram. (Foto: laman Kemenpar)

SEMARANG, Jatengdata.com – Malam 1 Suro 2026 sudah di depan mata! Besok, Senin, 15 Juni 2026 malam Selasa, masyarakat Jawa Tengah bersiap. Masyarakat bersiap menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan sangat khidmat.

Berdasarkan kalender Kemenag dan sistem penanggalan Jawa 1960, puncak tradisi terjadi besok malam. Beragam kegiatan menyambut malam 1 Suro dalam tradisi Jawa ini sangat unik. Tradisi Jateng ini bahkan menjelma menjadi magnet wisata budaya unggulan.

Berikut adalah 5 tradisi malam 1 Suro di berbagai wilayah Jateng yang dirangkum Jatengdata.com dari berbagai sumber:

1. Kirab Kebo Bule di Keraton Surakarta

Masyarakat Solo selalu menantikan perayaan tradisi Kirab Kebo Bule. Keraton Kasunanan Surakarta rutin menggelarnya setiap malam 1 Muharam. Keraton mengeluarkan sekawanan kerbau albino pusaka bernama Kyai Slamet. Kerbau ini memimpin barisan kirab mengelilingi kota pada tengah malam. Ribuan warga rela berdesakan demi meraih keberkahan wisata budaya ini.

2. Ritual Jamasan Pusaka

Sementaa itu, banyak wilayah keraton di Jawa Tengah menggelar Jamasan Pusaka. Hal ini merupakan kegiatan menyambut malam 1 Suro yang sangat penting. Prosesi sakral ini mencuci benda pusaka leluhur seperti keris. Air bekas jamasan pusaka ini sering diperebutkan oleh masyarakat. Mereka meyakini air tersebut selalu membawa keselamatan dan ketenteraman.

3. Tradisi Kungkum di Tugu Suharto Semarang

Adapun warga Semarang memiliki cara khas menikmati wisata budaya saat 1 Muharam. Mereka melakukan tradisi kungkum (berendam) di tempuran dua sungai Tugu Suharto. Masyarakat berendam sebatas leher tepat pada malam 1 Suro. Ritual ini bertujuan membersihkan diri dari berbagai aura negatif.

4. Sedekah Laut di Pesisir Pantai Selatan

Selanjutnya, masyarakat nelayan pesisir selatan Jawa Tengah rutin menggelar sedekah laut. Tradisi Jateng di wilayah Cilacap ini adalah bentuk rasa syukur. Mereka melarung sesaji kepala kerbau dan hasil bumi ke laut. Ritual berlangsung tepat pada momen sakral malam 1 Suro. Tujuannya memohon keselamatan agar terhindar dari bencana ombak besar.

5. Malam Tirakatan dan Ziarah Makam Leluhur

Terakhir, kegiatan menyambut malam 1 Suro dalam tradisi Jawa paling masif adalah tirakatan. Warga Jateng berkumpul begadang untuk berdoa dan menikmati tumpeng. Selain itu, mereka rutin melakukan ziarah ke makam leluhur. Ziarah pada malam sakral menjadi rutinitas wajib tahunan. Warga mendoakan perjuangan tokoh agama dalam menyebarkan ajaran Islam.

Berbagai ragam tradisi malam 1 Suro di atas membuktikan teguhnya kearifan lokal. Masyarakat memegang kuat budaya ini di tengah modernisasi.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.