Selamat Tinggal Jalan Rusak! Perbaikan Jalan Blora Resmi Dicor

10 Juni 2026, 13:11 WIB • 3 menit baca
Pekerja menambal jalan rusak disaksikan pejabat daerah dalam tahap awal proyek perbaikan jalan Blora ruas Randublatung-Cepu.
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro (tengah) didampingi Wakil Bupati Blora Sri Setyorini (kiri) meninjau proses penambalan awal di ruas Singget-Djoplang-Cepu, sebelum proyek perbaikan jalan Blora dicor beton secara menyeluruh tahun ini.

BLORA, Jatengdata.com – Pemerintah akhirnya menjawab tuntas keluhan bertahun-tahun warga soal rusaknya akses utama ekonomi wilayah selatan menggunakan aspal beton berkekuatan tinggi. Pemprov Jateng menjamin proyek perbaikan jalan Blora berjalan kilat tahun ini tanpa menunda waktu demi menunggu siklus pembahasan anggaran reguler usai.

Kepastian proyek ini langsung menyulut antusiasme masyarakat setempat. Warga yang sebelumnya sempat menggelar protes keras kini berbalik memberikan dukungan penuh saat melihat alat berat mulai menambal permukaan jalan rusak.

“Alhamdulillah senang banget kalau diperbaiki. Semoga lancar dan cepat selesai,” kata Sri Sulastri, warga Desa Gedangpecici yang kerap terjebak macet saat jam sibuk sekolah.

Tidak hanya para ibu rumah tangga, para pekerja transportasi juga menyambut hangat proyek vital tersebut. Volume kendaraan berat yang melimpah setiap harinya memang menuntut kualitas jalan yang prima agar distribusi logistik tidak lumpuh.

Tomi, seorang sopir truk lintas wilayah, menaruh harapan besar pada proyek pengecoran jalan ini. “Senang sekali. Yang penting perbaikannya maksimal karena jalan ini sering dilewati kendaraan berat,” ujarnya.

Gebrakan Anggaran Demi Jalan Mulus

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengambil langkah berani untuk merealisasikan perbaikan jalan Blora secepat mungkin. Pemerintah provinsi memotong kompas birokrasi dengan merealokasi anggaran Rp 200 miliar guna memuluskan ruas-ruas jalan yang hancur parah akibat cuaca ekstrem.

Luthfi menegaskan perbaikan tersebut berjalan tanpa perlu menunggu APBD Perubahan 2026.

“Jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat, dalam waktu dekat kita lakukan penanganan pemeliharaan dan peningkatan. Saya ingin tahun 2026 ini kembali seperti 2025, kemantapan jalan provinsi harus 94,4 persen,” tegas Luthfi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, merinci pendanaan infrastruktur tersebut. Pemerintah memfokuskan alokasi senilai puluhan miliar rupiah khusus untuk membeton ruas Singget-Djoplang-Cepu.

“Yang pertama ada alokasi Rp 5,276 miliar dan ditambah lagi melalui Perkada sebesar Rp 28,7 miliar. Totalnya untuk satu ruas ini saja Rp 34 miliar. Insyaallah tuntas,” ujar Henggar saat meninjau ruas jalan Singget-Djoplang-Cepu, Selasa (9/6/2026).

Kejar Konstruksi Fisik Akhir Juli

Paket pekerjaan tahap awal kini telah resmi memasuki proses tender. Tim teknis menargetkan konstruksi fisik di lapangan mulai bergulir pada akhir Juli 2026.

Pemerintah Provinsi juga terus bermanuver mencari suntikan dana tambahan. Mereka mengusulkan dukungan dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) demi mempercepat pemulihan infrastruktur wilayah secara menyeluruh.

Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengapresiasi upaya percepatan perbaikan jalan Blora dari tingkat provinsi tersebut. Ia menilai ruas Randublatung-Cepu memegang peran krusial sebagai urat nadi mobilitas dan distribusi barang bagi warga lokal.

“Harapan kami jalan Randublatung-Cepu ini bisa benar-benar selesai sesuai harapan Pak Gubernur. Kalau bisa tuntas tahun ini,” kata Sri Setyorini.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.