Bukan Solo, Ini Juara Biaya Hidup Termurah Jawa Tengah

29 Mei 2026, 17:41 WIB • 3 menit baca
Kolase pedagang sayur di pasar tradisional dan monumen Tugu Muda sebagai ilustrasi daerah dengan biaya hidup termurah di Jawa Tengah.
Ilustrasi aktivitas ekonomi warga di pasar tradisional bersanding dengan lanskap ikonik Tugu Muda. Berdasarkan data BPS 2023, sejumlah kabupaten di Jawa Tengah mencatatkan rata-rata pengeluaran biaya hidup termurah, mulai dari kisaran Rp1,1 juta per bulan.

SEMARANG, Jatengdata.com – Pengeluaran warga di kabupaten ini rupanya hanya berkisar Rp1,1 juta per bulan, menjadikannya juara biaya hidup termurah Jawa Tengah. Fakta mengejutkan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan kemakmuran dan stabilitas harga bahan pangan masih kokoh, sekaligus mematahkan asumsi bahwa Solo adalah kawasan paling ekonomis untuk ditinggali.

Fakta mengejutkan ini merujuk pada laporan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023. Indikator utamanya adalah Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan. Pengeluaran ini mencakup alokasi konsumsi makanan dan non-makanan. Keberadaan biaya hidup termurah Jawa Tengah ini umumnya selalu ditopang oleh melimpahnya ketersediaan hasil pertanian lokal.

“Tingkat pengeluaran yang rendah ini umumnya ditopang oleh melimpahnya hasil pertanian dan stabilitas harga bahan pokok di daerah tersebut,” catat laporan resmi rujukan data tersebut.

Banjarnegara dan Wonogiri Paling Irit

Kabupaten Banjarnegara sukses memuncaki daftar wilayah paling ekonomis. Rata-rata pengeluaran penduduknya hanya tercatat di angka Rp1,1 jutaan per kapita per bulan. Angka mencengangkan ini menjadikannya kawasan dengan biaya hidup termurah Jawa Tengah yang sangat ekstrem.

Menyusul di posisi kedua adalah Kabupaten Wonogiri. Wilayah ini memang terkenal luas dengan komoditas pangannya yang melimpah ruah. Biaya hidup warga di sana otomatis tergolong sangat efisien. Rata-rata pengeluarannya hanya berada di kisaran Rp1,15 jutaan setiap bulannya.

Dominasi Kawasan Sentra Komoditas

“Angka pengeluaran ini mencakup alokasi konsumsi untuk kebutuhan makanan maupun non-makanan masyarakat,” tulis rilis data BPS itu lebih lanjut. Kondisi efisiensi serupa rupanya juga terlihat tajam di beberapa kabupaten penghasil komoditas lainnya.

Kabupaten Pemalang, Purbalingga, dan Brebes kokoh masuk ke dalam daftar lima besar. Rata-rata konsumsi penduduk Pemalang berkisar Rp1,2 jutaan sebulan. Purbalingga menyusul dengan angka pengeluaran Rp1,22 juta. Sementara Brebes, sang sentra bawang nasional, mencatatkan angka Rp1,24 juta per bulan.

Kabupaten Grobogan dan Rembang setia menempati urutan keenam dan ketujuh. Masyarakat Grobogan menghabiskan sekitar Rp1,25 juta per bulan. Warga pesisir Rembang juga mencatatkan efisiensi pengeluaran rata-rata Rp1,26 juta secara bulanan.

Kepastian standar pengeluaran ramah kantong ini menawarkan berbagai peluang cerdas. Masyarakat luas bisa menjadikannya landasan strategis saat menyusun perencanaan keuangan pribadi. Kawasan-kawasan ini juga menawarkan alternatif domisili ideal tanpa pernah menguras stabilitas finansial jangka panjang.

Daftar Lengkap 10 Daerah dengan Biaya Hidup Termurah di Jawa Tengah

Berdasarkan data Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Susenas BPS 2023, berikut adalah rincian lengkap 10 kota/kabupaten dengan pengeluaran bulanan terendah:

  1. Kabupaten Banjarnegara: Rp1,1 jutaan/bulan
  2. Kabupaten Wonogiri: Rp1,15 jutaan/bulan
  3. Kabupaten Pemalang: Rp1,2 jutaan/bulan
  4. Kabupaten Purbalingga: Rp1,22 juta/bulan
  5. Kabupaten Brebes: Rp1,24 juta/bulan
  6. Kabupaten Grobogan: Rp1,25 juta/bulan
  7. Kabupaten Rembang: Rp1,26 juta/bulan
  8. Kabupaten Boyolali: Rp1,27 juta/bulan
  9. Kabupaten Sragen: Rp1,28 juta/bulan

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: BPS Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.