Ancaman Kemarau Panjang 2026: Taktik Swasembada Pangan Jateng Amankan 4,6 Juta Ton Padi Bikin Pusat Takjub
JAKARTA, Jatengdata.com– Di tengah bayang-bayang ancaman kemarau panjang 2026, rekor panen 4,6 juta ton padi yang menopang swasembada pangan Jateng sukses membuat pemerintah pusat takjub. Taktik cepat Gubernur Ahmad Luthfi dalam mengamankan lumbung beras nasional ini bahkan panen pujian langsung dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan OJK di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Pencapaian produksi padi Jateng menjadi sorotan utama dalam pertemuan tingkat nasional tersebut. Hingga April 2026, provinsi ini berhasil memanen 4.696.422 ton padi pada Triwulan I. Angka ini menyentuh 44,48 persen dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton. Capaian ini secara langsung mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai penyokong utama ketahanan pangan nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah taktis tersebut. Ia menilai pemerintah daerah telah sukses memetakan potensi wilayah secara akurat.
“Pak Luthfi punya program padi dan jagung (swasembada pangan) yang mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Frederica.
Antisipasi Kemarau Panjang 2026
Keberhasilan program swasembada pangan Jateng ini bukan tanpa tantangan baru ke depannya. Gubernur Ahmad Luthfi memprediksi wilayahnya akan menghadapi musim kemarau yang jauh lebih ekstrem pada tahun ini. Oleh karena itu, ia langsung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bergerak cepat. Pemprov Jateng kini mulai menyiapkan ketersediaan air khusus untuk menyokong area pertanian.
Selain air, pemerintah juga fokus menyiapkan sumber daya manusia andal. Gubernur menjalankan Program Kecamatan Berdaya untuk melatih para petani milenial. Program ini menggandeng Kementerian Pertanian sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor. Langkah ini juga melengkapi upaya pendampingan bagi pelaku UMKM agar segera naik kelas.
Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Suksesnya sektor pangan berbanding lurus dengan lesatan pertumbuhan ekonomi daerah. Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen pada Triwulan I 2026. Angka ini sukses melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada pada level 5,61 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun tidak ketinggalan memberikan pujian. Ia memandang Jawa Tengah telah berhasil menjadi motor penggerak bagi perekonomian negara.
“Kalau daerah (pertumbuhan ekonomi) di bawah nasional, akan jadi bandul (memperberat),” ujarnya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.