Sulap 30 Ton Limbah Kayu, Unsoed Pacu Produksi Jamur Tiram di Brebes
BREBES, Jatengdata.com – Potensi limbah serbuk kayu yang mencapai 30 ton per bulan di Desa Winduaji, Brebes, kini menjadi amunisi utama warga setempat untuk membangkitkan ekonomi desa. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengambil langkah nyata membenahi standar budi daya jamur tiram warga yang sebelumnya stagnan pada angka produksi 2 hingga 10 kilogram per hari.
Kelompok Tani Jamur Agro Tani Mandiri di desa tersebut selama ini bergelut dengan kendala pelik. Khususnya terkait tingkat kontaminasi tinggi dan ketergantungan pasokan bibit dari luar daerah.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Berbasis Riset Unsoed, di bawah pimpinan Prof. Dr. Sri Lestari, S.E., M.Si., merespons tantangan tersebut dengan menggelar pelatihan komprehensif sejak Juni 2026. Mereka secara intensif membekali para petani menggunakan standar operasional prosedur (SOP) budi daya yang amat ketat.
Kemandirian Pembibitan dan Diversifikasi Produk
Tim peneliti Unsoed juga melatih warga memproduksi bibit F0, F1, hingga F2 secara mandiri. Hal ini agar rantai pasok komoditas jamur tiram makin terjamin kualitasnya. Pendampingan terukur ini menyentuh perbaikan sektor hulu. Seperti penataan kumbung dan pembuatan media tanam baglog, sekaligus merambah penguatan tata kelola sektor hilir.
Terkait target penguatan ekonomi berkelanjutan ini, Prof. Dr. Sri Lestari menaruh harapan besar pada konsistensi kelompok tani.
“Kami berharap mitra mampu menerapkan SOP budidaya secara konsisten, memproduksi bibit sendiri, dan meningkatkan kestabilan produksi. Diversifikasi produk olahan juga diharapkan memberikan nilai tambah serta mendukung pengembangan Desa Winduaji sebagai desa wisata,” ujarnya.
BLU Unsoed Sasar Tata Kelola Penjualan
Badan Layanan Umum (BLU) Unsoed mengucurkan pendanaan penuh untuk program Tahun 2026 ini. Dukungan dana ini langsung mendapat sambutan positif dari para penggerak ekonomi desa. Ketua Kelompok Tani Jamur Agro Tani Mandiri, Dedi Riyadi, S.T., merengkuh langsung manfaat dari kegiatan transfer teknologi yang menjangkau aspek pencatatan keuangan dan strategi pemasaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Jenderal Soedirman, khususnya LPPM Unsoed dan Tim PkM, atas dukungan pendanaan, pelatihan, pendampingan, serta penerapan teknologi kepada kelompok kami. Kami berharap program ini dapat meningkatkan keterampilan anggota, mengurangi kegagalan produksi, mewujudkan kemandirian bibit, dan memperluas pemasaran produk jamur,” ungkapnya.
Sinergi Ketahanan Pangan Desa Winduaji
Kepala Desa Winduaji, H. Abdurahman, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para akademisi yang terus memperkuat agroindustri di wilayahnya. Kolaborasi strategis ini memiliki peran penting mengerek kemandirian pangan sekaligus menekan angka pengangguran di pedesaan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemandirian dan pendapatan petani, memperkuat agroindustri jamur dari hulu hingga hilir, serta mendukung ketahanan pangan dan pengembangan Desa Winduaji sebagai desa wisata,” ungkap Abdurahman.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.