Strategi UMKM Tradisional Gondowangi Magelang Perluas Pasar via TikTok dan Google Maps

30 Agustus 2026, 09:06 WIB • 2 menit baca
Dua perajin pandai besi di Desa Gondowangi, Magelang, sedang bekerja menempa besi panas di bengkel tradisional. Mereka adalah pelaku usaha yang kini terlibat dalam transformasi digital UMKM Gondowangi Magelang.
Dua perajin pandai besi di Desa Gondowangi, Kabupaten Magelang, sedang menempa logam panas. Sektor kerajinan tradisional ini kini mulai mengadaptasi strategi transformasi digital UMKM Gondowangi Magelang guna menjangkau konsumen baru di luar pasar konvensional.

MAGELANG, Jatengdata.com — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tradisional di Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, kini mulai merambah ekosistem pasar digital. Transformasi digital UMKM ini berlangsung masif sejak pertengahan Agustus 2026.

Tak pelak, langkah digitalisasi ini menjadi solusi bagi perajin lokal untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan daya saing produk. Sektor usaha kerajinan pandai besi dan pembuatan cobek batu mengambil peran sebagai pelopor pemanfaatan teknologi di desa tersebut.

Perajin perlahan mengatasi keterbatasan pemahaman teknologi yang selama ini menjadi kendala utama mereka. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi Khusus (KKN MMK) Posko 5 UIN Walisongo Semarang mewujudkan transformasi ini dengan mendampingi para perajin membangun identitas produk di platform digital.

Integrasi TikTok dan Google Maps untuk Pemasaran

Adapun mahasiswa memfokuskan strategi promosi digital UMKM pandai besi pada pemanfaatan platform TikTok. Mereka membuat dan mengelola akun khusus untuk menayangkan video profil usaha yang memperlihatkan detail aktivitas pengrajin hingga hasil akhir produksi.

Dengan adanya konten visual ini membuka peluang UMKM Gondowangi Magelang untuk menjangkau konsumen baru di luar jangkauan konvensional. Sebelumnya, perajin hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut serta pelanggan tetap.

“Kami senang dibantu membuat video profil karena selama ini belum pernah membuat promosi seperti ini. Semoga setelah diunggah di TikTok, lebih banyak orang yang mengetahui usaha kami dan tertarik dengan produk yang kami buat,” tandas Sudiro, pemilik usaha pandai besi.

Tak hanya itu, transformasi digital UMKM juga menyentuh sektor kerajinan cobek batu. Mahasiswa memasang penanda visual berupa spanduk di lokasi produksi agar masyarakat lebih mudah mengenali sentra usaha ini.

Mereka turut memperkuat visibilitas usaha dengan mendaftarkan profil perajin di Google Maps. Optimalisasi pencarian lokasi ini memudahkan calon pembeli menemukan titik produksi cobek batu secara akurat.

“Kami ucapkan terimaksih telah dibuatkan spanduk dan lokasi usaha di Google Maps. Semoga dengan ini, usaha saya lebih dikenal dan semakin banyak pembelinya,” ujar Muh Chozin pemilik usaha cobek batu.

Pemanfaatan teknologi visual dan navigasi digital ini terbukti memperkuat daya tahan produk lokal. UMKM Gondowangi Magelang kini memiliki fondasi yang tangguh untuk bersaing di tengah perubahan tren belanja masyarakat menuju platform digital.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.