Tahan Laju Abrasi Pekalongan, Ratusan Pelajar Turun Tanam Mangrove
PEKALONGAN, jatengdata.com – Upaya menahan laju abrasi Pekalongan terus berlanjut melalui pembentukan benteng alami yang melibatkan puluhan siswa MAN 1 Kota Pekalongan. Para pelajar tersebut terjun langsung menanam 1.000 bibit mangrove di pesisir pantai pada Sabtu (18/4/2026) demi melindungi wilayah dari ancaman banjir rob.
Kondisi pesisir pantai saat ini menghadapi ancaman pengikisan daratan yang parah. Oleh karena itu, penanaman seribu bibit mangrove menjadi langkah strategis untuk menahan laju kerusakan. Tanaman ini berfungsi mengikat tanah dan memecah gelombang laut. Selanjutnya, keberadaan mangrove menciptakan benteng alami guna mengatasi abrasi Pekalongan yang terus mengancam permukiman warga.
Penata Layanan Operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Ersa, menjelaskan pentingnya ekosistem ini. Ia menilai mangrove memberikan perlindungan fisik sekaligus membawa manfaat ekologis. Bahkan, kawasan hijau ini berdampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar.
“Mangrove bisa menyerap polutan dan menghasilkan oksigen yang segar. Selain itu, mangrove juga memiliki fungsi ekologis untuk menahan abrasi, serta menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati,” ujar Ersa.
Membangun Sabuk Hijau Pesisir
Sementara itu, inisiatif penghijauan ini datang dari puluhan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan. Mereka turun langsung menanam bibit pelindung di sepanjang garis pantai. Pihak sekolah menjadikan kegiatan ini sebagai komitmen jangka panjang demi kelestarian alam. Dengan demikian, langkah kolaboratif ini bertujuan memperkuat sabuk hijau pesisir di wilayah tersebut.

Kepala MAN 1 Kota Pekalongan, Mimbar, menekankan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi lintas sektor. Ia memastikan program pelestarian ini akan berjalan secara konsisten.
“Sebagai sekolah Adiwiyata, ini menjadi bukti bahwa kami tidak bekerja sendiri, tetapi bersama masyarakat. Kolaborasi ini penting, agar upaya pelestarian lingkungan bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan,” tegas Mimbar.
Langkah Nyata Generasi Muda Cegah Rob
Lebih lanjut, aksi ekologis ini berperan krusial dalam mengedukasi generasi muda. Para pelajar melihat langsung kondisi pantai yang kritis. Akibatnya, mereka menyadari urgensi tindakan pencegahan untuk cegah banjir rob pada masa mendatang. Pengalaman lapangan ini sukses menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pelajar.
Salah satu murid, Muhammad Rasya, merasakan dampak positif dari keterlibatannya. Ia berharap pohon-pohon tersebut tumbuh kuat menahan gempuran ombak.
“Sangat senang bisa ikut langsung. Kami jadi tahu kondisi pesisir yang rentan terhadap abrasi dan rob. Dengan menanam mangrove, kami berharap pantai kita tidak terus terkikis,” ungkap Muhammad Rasya.
Pada akhirnya, langkah taktis ini mendukung program mitigasi pesisir utara Jawa secara menyeluruh. Pemerintah beserta masyarakat berharap inisiatif serupa terus bergulir rutin. Oleh sebab itu, kolaborasi tanpa henti menjadi kunci utama menjaga daratan dari ancaman krisis iklim.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.