Gaet Investor Amerika, Proyek Pengolahan Sampah Soloraya Segera Dimulai

3 Agustus 2026, 16:29 WIB • 3 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan cenderamata kepada perwakilan investor Amerika Serikat usai menyepakati proyek pengolahan sampah Soloraya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kedua dari kiri) menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Energy Three International (E3i) ASEAN, Medhat Omran (kedua dari kanan), usai pertemuan pembahasan investasi proyek pengolahan sampah Soloraya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (3/8/2026). Kerja sama fasilitas waste to fuel ini menjadi bagian dari target zero sampah 2028.

SEMARANG, Jatengdata.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi menggandeng investor Amerika Serikat. Mereka menyepakati proyek pengolahan sampah Soloraya menjadi energi terbarukan. Pertemuan penting ini berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (3/8/2026). Langkah strategis ini bertujuan mengatasi krisis penumpukan limbah di kawasan tersebut.

Perusahaan asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan komitmen investasi mereka secara langsung. E3i akan membangun fasilitas waste to fuel di kawasan aglomerasi Soloraya. Proyek raksasa ini sanggup mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Jateng optimis mencapai target zero sampah pada 2028 melalui langkah revolusioner ini.

Ahmad Luthfi menegaskan prioritas pemerintah daerah saat ini. Penanganan limbah di Soloraya sangat mendesak karena volume harian terus melonjak tajam. Pemerintah sebelumnya hanya menyiapkan skema pengolahan baru menjadi energi listrik. Sementara itu, tumpukan sampah lama masih menunggu solusi teknologi dari investor Amerika masuk Jateng.

“Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya,” kata Luthfi.

Solusi Nyata Kapasitas Berlebih

Data Pemprov Jateng mencatat kawasan Soloraya memproduksi 2.944,55 ton sampah setiap hari. Angka fantastis ini jauh melampaui kapasitas pengolahan daerah saat ini. Oleh karena itu, kehadiran fasilitas berkapasitas 1.000 ton per hari menjadi angin segar.

Pemerintah provinsi mendorong pembangunan pabrik waste to fuel ini di Kabupaten Boyolali. Pabrik ini kelak melayani tujuh kabupaten dan kota sekitarnya. Wilayah tersebut meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Terkait hal tersebut, Ahmad Luthfi menambahkan informasi mengenai upaya penanganan sebelumnya di wilayah lain.

“Sudah ada beberapa daerah aglomerasi yang MoU pengolahan sampah, seperti Kota Semarang dan Kendal yang sudah dengan Danantara. Lalu Soloraya juga, tapi itu untuk sampah baru, sampah lama masih dicarikan investor,” ujarnya.

Teknologi Hijau Ramah Lingkungan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Heru Djatmika, menyambut baik investasi asing ini. Heru menyebut langkah pengolahan sampah Soloraya ini sangat sejalan dengan target zero sampah 2028. Kawasan ini dipilih khusus karena produksi sampahnya membeludak di atas 1.000 ton per hari.

“Investor ini masuk untuk waste to fuel. Nanti tempatnya di Boyolali. Saat ini sudah tersedia lahan 20 hektare dari kebutuhan sekitar 25 hektare,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, memberikan penjelasan detail mengenai operasional pabrik. Perusahaannya senantiasa fokus menanamkan modal pada sektor pengolahan limbah menjadi biofuel. Teknologi tersebut menerapkan sistem nol emisi karbon, sehingga limbah terolah tanpa membahayakan lingkungan.

“Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kita menggunakan teknologi baru dengan zero emission. Jadi, ini ramah lingkungan,” katanya.

Proyek strategis ini menawarkan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pengembangan energi hijau. Kehadiran pabrik ini juga diproyeksikan mampu menyerap hampir 300 tenaga kerja.

“Kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan kita bangun, sehingga proyek ini akan bermanfaat bagi semua orang dalam banyak hal,” ujar Medhat.

Kontributor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.